Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prestasi prajurit Marinir TNI AL pimpin seluruh tentara PBB lawan pemberontak

Prestasi prajurit Marinir TNI AL pimpin seluruh tentara PBB lawan pemberontak Pasukan Garuda Indobatt-03. ©2017 puspen tni

Merdeka.com - Pemerintah Prancis yang diwakili Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet menganugerahkan tanda kehormatan "Medaille de la Defense Nationale" kepada Letkol Marinir Didiet Hendra Wijaya, di Kediaman Duta Besar Prancis, Menteng, Jakarta Pusat.

Penghargaan ini merupakan penghargaan pertama yang pernah diberikan Pemerintah Prancis di bidang operasi kerja sama militer di bawah bendera Pasukan Perdamaian PBB.

Letkol Marinir Didiet Hendra Wijaya menerima medali kehormatan atas jasanya saat menjabat sebagai Military Staff Operation G3 pada Satgas PBB Minusca (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic) pada tahun 2015-2016.

Ketika menjabat sebagai perwira staf operasi di sektor Timur dan Barat, Letkol Marinir Didiet telah berhasil mengoordinasikan secara sinergis pergerakan manuver di lapangan antara pasukan Uni-Afrika, pasukan PBB dan Pasukan Khusus Pemerintah Prancis, Sangaris.

Operasi pemulihan keamanan dengan sandi "Big Boumo Operation" yang menggabungkan seluruh unsur kekuatan pasukan perdamaian telah berhasil menangkap para pemimpin gerombolan Seleka dan Anti Balaka yang bertikai, yang menewaskan lebih dari 300 orang masyarakat sipil.

Gerombolan pemberontak yang mengkudeta dan menguasai pemerintahan lokal di kota Bria dapat dilumpuhkan dan otoritas Pemerintah Central Afrika dapat dikembalikan sehingga situasi dapat terkendali dan jatuhnya korban masyarakat sipil Central Africa dapat ditekan.

penghargaan untuk letkol marinir

Dalam amanatnya Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet menyebutkan bahwa peran koordinasi antar satuan dan pelaksanaan patroli gabungan yang terus-menerus dipimpin oleh Letkol Mar Didiet telah terbukti efektif menekan timbulnya pemberontakan baru dan menstabilkan situasi Kota Bria hingga menjelang pemilu negara diselenggarakan terpelihara kondusif.

"Bagi Negara Prancis penganugerahan ini sangat penting sebagai bentuk apresiasi tinggi sekaligus momentum terbentuknya koordinasi yang erat antar negara-negara yang mengutamakan perdamaian dunia, serta untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara Tentara Nasional Indonesia dan militer pertahanan Prancis," tuturnya.

Kisah sukses ini mengingatkan pada beberapa kesuksesan Pasukan Garuda lain di medan tugas. Salah satunya saat Kontingen Garuda III menangkap 3.000 gerilyawan di Kongo.

Ceritanya, Desember 1962 di Kongo sedang bergolak. Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Kolonel Kemal Idris berangkat sebagai pasukan perdamaian di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo).

Suatu hari, terjadi serangan yang dilakukan 2.000 gerilyawan Kongo ke markas Pasukan Garuda. Saat itu markas hanya dipertahankan 300 tentara. Setelah baku tembak berjam-jam, gerilyawan dapat dipukul mundur. Untungnya tak ada korban di pihak Indonesia.

Serangan balasan pun segera dirancang untuk menangkap para pemberontak. Letjen Kemal Idris menceritakan hal ini dalam buku biografi, Kemal Idris, bertarung dalam revolusi terbitas Sinar Harapan.

"Kami melakukan penyerangan di malam hari dengan kapal yang digelapkan di atas danau Tanganyika, tidak berapa jauh dari daerah Albertville. Pasukan kami yang berkekuatan 30 orang menyamar sebagai hantu," beber Kemal Idris.

Kemal tahu 3.000 pemberontak itu sangat percaya takhayul. Mereka takut pada hantu spritesses yang digambarkan berwarna putih dan melayang-layang di waktu malam. Maka 30 anggota pasukan garuda itu berpakaian jubah putih dan segera menyerang.

"Melihat sosok-sosok putih bergerak-gerak, semangat mereka hilang sama sekali dan segera menyerah," kata Kemal.

Dalam operasi kilat itu, ribuan gerilyawan Kongo ditangkap. Senjata-senjata mereka yang ternyata lumayan canggih disita. Dalam peristiwa itu hanya seorang prajurit TNI yang cidera. Salah seorang gerilyawan yang panik saat digerebek, melemparkan ayam yang tengah dibakarnya pada tentara kita.

"Sejak itu, anggota Garuda III di kenal oleh orang-orang Kongo dengan julukan Les Spiritesses, pasukan yang berperang dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang," kata Kemal bangga.

Letnan Jenderal Kadebe Ngeso dari Ethopia mengaku bangga atas keberhasilan pasukan Indonesia menangkap 3.000 lainnya tanpa jatuh korban. Namun dia pun meminta ke depan cara-cara unik seperti itu tidak dilakukan. Karena risiko terlalu besar dan sangat membahayakan. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
TNI dan Polri Raih Penghargaan dari PBB, Cetak Sejarah Baru
TNI dan Polri Raih Penghargaan dari PBB, Cetak Sejarah Baru

Untuk pertama kalinya TNI dan Polri menerima penghargaan dari PBB

Baca Selengkapnya
Pangkostrad Maruli Berapi-Api Bakar Semangat Pemain, Tim TNI AD Perkasa Libas Musuh
Pangkostrad Maruli Berapi-Api Bakar Semangat Pemain, Tim TNI AD Perkasa Libas Musuh

Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak ikut bersorak di tribun bersama prajurit lain mendukung tim PSAD di ajang Piala Panglima TNI Tahun 2023.

Baca Selengkapnya
Kapolri Lepas Kontingen Garbha Satgas FPU 5 Minusca: Keberhasilan Misi Harga Mati
Kapolri Lepas Kontingen Garbha Satgas FPU 5 Minusca: Keberhasilan Misi Harga Mati

Diikuti 140 personel Polri dengan rincian 116 Polki (Polisi Laki) dan 24 Polwan (Polisi Wanita).

Baca Selengkapnya
Berseragam Lengkap Bintang Dua TNI Tangani Kebakaran Lahan, Berjibaku sama Prajurit Padamkan Api
Berseragam Lengkap Bintang Dua TNI Tangani Kebakaran Lahan, Berjibaku sama Prajurit Padamkan Api

Sosok jenderal bintang dua TNI turun tangan padamkan kebakaran hutan bersama prajuritnya.

Baca Selengkapnya
Panglima TNI dan Kasad Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana
Panglima TNI dan Kasad Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana

Agus Subiyanto mengungkap rasa bangga-nya menjadi bagian dari keluarga besar Hiu Kencana.

Baca Selengkapnya
Tiga Pati TNI Naik Pangkat jadi Mayor Jenderal, Ini Sosoknya Disalami Bintang 4
Tiga Pati TNI Naik Pangkat jadi Mayor Jenderal, Ini Sosoknya Disalami Bintang 4

Tiga perwira tinggi TNI baru-baru ini mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal. Ketiga sosoknya pun disalami oleh Jenderal bintang 4.

Baca Selengkapnya
Mahfud MD Jadi Warga Kehormatan Marinir
Mahfud MD Jadi Warga Kehormatan Marinir

Mahfud MD mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut dan Marinir.

Baca Selengkapnya
VIDEO: Profil Letjen Richard Tampubolon, Jenderal Kopassus Sikat OPM Tewaskan Disertir TNI
VIDEO: Profil Letjen Richard Tampubolon, Jenderal Kopassus Sikat OPM Tewaskan Disertir TNI

Richard sendiri merupakan lulusan Akademi Militer 1992 dan berasal dari Kopassus.

Baca Selengkapnya
Lepas 140 Personel Satgas FPU 5 Minusca ke Afrika Tengah, Ini Pesan Jenderal Sigit
Lepas 140 Personel Satgas FPU 5 Minusca ke Afrika Tengah, Ini Pesan Jenderal Sigit

Sejak tahun 1989 Polri telah mengirimkan 3.984 personel pada 21 misi di 19 negara.

Baca Selengkapnya
Mayor Teddy Diangkat Jadi Wadanyonif Para Raider 328/Dirgahayu, Segini Gajinya Sekarang
Mayor Teddy Diangkat Jadi Wadanyonif Para Raider 328/Dirgahayu, Segini Gajinya Sekarang

Baru-baru ini Teddy yang berpangkat Mayor Infanteri itu mendapatkan jabatan baru.

Baca Selengkapnya
Momen Mahfud MD jadi Tim Intai Amphibi Kenakan Brevet Kehormatan TNI AL
Momen Mahfud MD jadi Tim Intai Amphibi Kenakan Brevet Kehormatan TNI AL

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Era Presiden Gusdur ini juga menyadari, bahwa TNI dari sudut fasilitas, anggaran, kemudian teknologi masih agak tertinggal.

Baca Selengkapnya
33 Personel Polri Terima Penghargaan dari UNMISS, Dinilai Berkontribusi Nyata di Misi Perdamaian
33 Personel Polri Terima Penghargaan dari UNMISS, Dinilai Berkontribusi Nyata di Misi Perdamaian

Police Commissioner Christina Fossen menyampaikan, apresiasi sangat diberikan atas kehadiran delegasi Polri

Baca Selengkapnya