Mengenal Cupid, Sosok Dewa Cinta dari Mitologi Romawi yang Kisahnya Menarik
Dalam budaya Romawi, Cupid sang Dewa Cinta adalah anak Venus Dewi Kecantikan dan Kesuburan.
Dalam budaya Romawi, Cupid sang Dewa Cinta adalah anak Venus Dewi Kecantikan dan Kesuburan.
Mengenal Cupid, Sosok Dewa Cinta dari Mitologi Romawi yang Kisahnya Menarik
Dalam mitologi Romawi klasik, Cupid adalah dewa hasrat, cinta erotis, ketertarikan, dan kasih sayang. Cupid digambarkan sebagai putra dari dewi cinta Venus dan dewa perang Mars. Gambaran mengenai Cupid biasanya adalah seorang anak laki-laki bersayap yang dihiasi dengan aksesoris ikonik berupa busur dan anak panah yang melambangkan sumber kekuatannya.
Para dewa dan manusia yang tertembak panah Cupid akan dipenuhi dengan hasrat yang tak terkendali.
Cupid sering menjadi motif seni Romawi dan kemudian seni tradisi klasik Barat. Cupid terus menjadi tokoh populer di Abad Pertengahan, ketika di bawah pengaruh agama Kristen Cupid sering kali digambarkan memiliki sifat ganda sebagai cinta Surgawi dan Duniawi.
Pada masa Renaisans, minat baru terhadap filsafat klasik memberi Cupid makna alegoris yang kompleks. Dalam budaya populer kontemporer, Cupid ditampilkan dengan busurnya untuk menginspirasi cinta romantis yang kerap digunakan sebagai ikon Hari Valentine.
Berikut adalah kisah Cupid, sang Dewa Cinta dari mitologi Romawi yang menarik untuk Anda simak.
-
Bagaimana Rumi menggambarkan cinta? Rumi menggambaran keindahan cinta yang kompleks dalam rangkaian kata-kata sederhana. Jalaludin Rumi adalah seorang penyair sufi Persia yang terkenal dengan karya-karyanya yang indah dan penuh makna.
-
Apa kata Jalaluddin Rumi tentang cinta? Cinta memiliki lima ratus sayap; dan setiap sayap membentang dari atas surga di langit tertinggi sampai di bawah bumi.
-
Siapa yang membuat Cupi merasa beruntung? 'Aduh aku kalau misalkan bilang tepat atau nggak sih aku nggak tahu ya,' ujarnya. 'Kita kan nggak pernah tahu ke depan itu akan seperti apa, cuma aku sih benar-benar merasa beruntung dan bersyukur banget bisa ditemuin sama teman, pasangan, saudara yang baik-baik,' pungkasnya.
-
Apa yang dimaksud Rumi dengan mencari cinta? 'Jangan mencari cinta, carilah seseorang yang membuatmu merasa hidup.' Kata-kata ini mengajarkan kita bahwa cinta sejati bukanlah sesuatu yang harus dicari dengan susah payah, tetapi datang secara alami ketika kita berada di dekat seseorang yang membuat kita merasa hidup dan bahagia.
-
Apa yang dirasakan Cupi Cupita setelah bertemu Gofar? 'Aku bersyukur atas apa yang aku punya sekarang,' tambahnya.
-
Bagaimana Gofar Hilman menunjukkan ketertarikan pada Cupi Cupita? Banyak dari komentar-komentar Gofar Hilman yang mengandung sentuhan romantis sekaligus humor yang menghibur.
Siapakah Cupid?
Cupid adalah putra Venus, dewi cinta dan kecantikan Romawi.
Cupid sendiri adalah dewa Romawi yang terkait dengan nafsu dan cinta, yang didasarkan dari dewa Eros di mitologi Yunani.
Baik di mitologi Yunani dan Roma, kedua sosok ini digambarkan sebagai pemuda tampan, bukan sebagai bayi laki-laki bersayap.
Para penyair dan seniman kuno membayangkan pasukan “Erotes” atau “Cupidines” sebagai pelayan dewa-dewa ini. Bangsa Romawi menggambarkan mereka sebagai bayi bersayap, atau “putti”, sebagaimana mereka dikenal dalam seni Renaisans Italia.
Gambaran ini pada gilirannya berkembang menjadi sosok cherub gemuk yang umum dijumpai pada di hari Valentine di masa kini. Meskipun seniman membayangkan dan menggambarkan Cupid dengan pasukan pengiringnya secara menggemaskan, orang-orang Romawi memahami bahwa Cupid memiliki sisi gelap dan berbahaya yang kekuatannya tidak boleh abaikan.
Meskipun beberapa literatur menggambarkan Cupid sebagai sosok yang tidak berperasaan dan ceroboh, dia secara umum dipandang sebagai dewa yang dermawan, karena kebahagiaan yang diberikannya kepada pasangan baik yang fana maupun yang abadi, dilansir dari britannica.com.
Asal Usul dan Kelahiran Cupid
Cupid adalah dewa yang lahir dari penafsiran bangsa Romawi terhadap mitos dan konsep dewa Eros dari Yunani ke dalam literatur dan seni mereka sendiri.
Lantas, para mitografer abad pertengahan dan Renaisans menggabungkan keduanya. Dalam tradisi Yunani, Eros mempunyai silsilah ganda yang kontradiktif. Dia termasuk di antara dewa-dewa primordial yang muncul secara aseksual. Setelah generasinya, para dewa dilahirkan melalui perkawinan pria-wanita.
Eros, yang menjadi inspirasi penciptaan Cupid, digambarkan sebagai anak laki-laki atau pemuda langsing anak dari pasangan dewa yang identitasnya berbeda-beda menurut sumbernya. Pada mitologi Yunani, ibu Eros adalah Aphrodite, san dewi kecantikan.
Dalam tradisi klasik selanjutnya, Cupid dalam mitologi Romawi paling sering dianggap sebagai putra dewi Venus dan dewa Mars, yang hubungan antara dewa dan dewi ini mewakili sebuah alegori Cinta dan Perang.
Cupid digambarkan sebagai dewa bersayap. Simbolnya adalah anak panah dan obor karena cinta melukai dan mengobarkan hati. Atribut-atribut ini dan penafsirannya ditetapkan pada zaman kuno akhir, seperti yang dirangkum oleh Isidore dari Seville dalam bukunya Etymologiae.
Cupid juga kadang-kadang digambarkan dengan mata tertutup dan digambarkan sebagai orang buta, bukan dalam arti tidak dapat melihat namun sebagai penggambaran bahwa cinta itu buta.
Sosok Cupid dalam Kebudayaan Romawi
Cupid dalam Romawi kuno adalah dewa yang mewujudkan hasrat, namun ia tidak memiliki kuil atau praktik keagamaan yang independen seperti dewa Romawi lainnya.
Cupid sesekali muncul di antara beberapa patung untuk pengabdian pribadi di kuil rumah tangga, namun tidak ada perbedaan yang jelas antara patung untuk pemujaan dan patung yang ditampilkan sebagai seni atau dekorasi. Ini berbeda dengan padanannya dalam budaya Yunani yakni Eros, yang umumnya disembah bersama ibunya Aphrodite, dan bahkan diberi hari suci pada tanggal 4 setiap bulan. Terlebih, kuil-kuil Romawi sering kali ditujukan juga sebagai museum seni.
Cupid menjadi lebih umum dalam seni Romawi sejak zaman Augustus, kaisar Romawi pertama. Setelah Pertempuran Actium, ketika Antony dan Cleopatra dikalahkan, Cupid memindahkan senjata Mars ke ibunya, Venus, menjadi motif perumpamaan Augustan.
Dalam Aeneid, epik nasional Roma karya penyair Virgil, Cupid menyamar sebagai Iulus, putra Aeneas yang juga merupakan putra Venus sendiri, dan dalam bentuk ini ia memperdaya Ratu Dido dari Kartago agar jatuh cinta pada Aeneid. Ratu memberi tempat berlindung yang aman bagi Aeneas dan kelompok pengungsinya dari Troy, yang lantas ditinggalkan saat dia memenuhi takdirnya untuk mendirikan Roma. Lulus pun menjadi pendiri mitos keluarga Julian di mana Julius Caesar berasal.
Kisah Cupid dan Psyche
Kisah Cupid dan Psyche muncul dalam seni Yunani sejak abad ke-4 SM, namun sumber sastra yang paling luas dari kisah tersebut adalah novel Latin Metamorphoses, yang juga dikenal sebagai The Golden Ass, karya Apuleius (abad ke-2 M).
Dikisahkan, Psyche adalah wanita fana paling elegan dalam mitologi Yunani. Semua orang ingin bersama Psyche karena kecantikan femininnya.
Sayangnya, ini tidak cocok dengan Aphrodite (Venus dalam Mitologi Romawi). Aphrodite pun menjadi terancam oleh kecantikan Psyche dan berusaha membalas dendam. Aphrodite meminta putranya, Eros (Cupid), untuk membuat Psyche jatuh cinta pada monster yang mengerikan.
Namun, justru Eros yang jatuh cinta pada Psyche karena keliru terkena panahnya sendiri. Aphrodite dan saudara perempuan Psyche yang cemburu tidak membiarkan cinta baru antara Eros atau Cupid dengan Pyche bertahan lama.
Saudara perempuan Psyche meyakinkan Psyche bahwa dia harus melihat Eros ketika tidur untuk memastikan apakah dia sedang meromantisasi monster.
Akhirnya, suatu malam Psyche menyalakan lampu minyak untuk melihat wajah kekasihnya. Minyak dari lampu jatuh ke wajah Eros, yang membangunkannya.
Eros marah pada pembangkangan Psyche dan meninggalkannya. Kemarahannya membuat Psyche tertekan. Psyche pun mencarinya ke mana-mana tetapi tidak dapat menemukannya.
Setelahnya, Psyche pun menyerahkan diri untuk melayani Aphrodite. Dia menderita siksaan yang lama sampai suatu ketika saat kembali dari sebuah pencarian, Psyche kehilangan kesadaran.
Cinta Eros hidup kembali ketika dia melihat Psyche terbaring tak sadarkan diri. Eros pun mengubah keindahan fana kekasihnya itu menjadi dewi abadi. Eros dan Psyche pun menikah kemudian sebagai dewa dan dewi.