Fakta Bendungan Margatiga, Potensi Dukung Lumbung Pangan Nasional di Provinsi Lampung
Bendungan ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang nantinya bisa mengaliri area pertanian hingga ribuan hektare.

Pembangunan infrastruktur kini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Pemerintah Pusat untuk menunjang kehidupan masyarakat di masa yang akan datang. Baru-baru ini, Presiden RI Joko Widodo meresmikan Bendungan Margatiga pada Senin (26/8).
Bendungan Margatiga yang berada di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung ini termasuk bagian dari program Proyek Strategi Nasional (PSN). Jokowi mengatakan, bahwa air menjadi hal penting bagi kehidupan dan pemerintah saat ini.
"Pertama untuk air baku kehidupan kita, yang kedua juga untuk irigasi bagi sawah-sawah yang kita milki, dan yang ketiga untuk mereduksi banjir kalau memang di daerah tu masih ada masalah banjir," ucapnya dikutip dari kanal Liputan6.com.
Habiskan Anggaran Rp846 Miliar

Dilansir dari kanal Antara, seluruh proses pengerjaan Bendungan Margatiga ini menggunakan teknologi dan inovasi yang paling mutakhir. Pihak Waskita Karya selaku pemegang utama proyek ini menerapkan Building Information Modelling (BIM) atau Dimension of Digital Construction.
Produk ini mencakup Reality Modelling pada tahap digital surveying, lalu 3D Modelling, Shop Drawing, serta As-Built Model pada saat produksi. Terakhir ada Document Approval, Document Collaboration, Issue Coordination, dan Digital Asset Handover.
Dengan menggunakan inovasi yang serba digital ini dinilai sangat efisien. BIM ini juga bertujuan mengurangi penggunaan kertas, mengakses lebih mudah, serta lebih praktis dibawa kemanapun.
Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Dengan resminya bendungan Margatiga ini nantinya bisa mendukung serta meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Lampung. Selain itu, bendungan ini akan mengairi Daerah Irigasi (DI) seluas 16.588 hektare.
Daerah-daerah tersebut meliputi DI Jabung Kiri seluas 5.638 ha, dan DI Jabung Kanan sebesar 10.950 ha. Dengan suplai air yang berkelanjutan, para petani di Lampung bisa menanam dua sampai tiga kali dalam setahun.
Program PSN ini turut membangun bendungan lainnya yang masih dalam tahap proses pembangunan, di antaranya Bendungan Temef, Mbay, Jlantah, Jragung, Bener, Leuwikeris, Tigadihaji, Rukoh.