Pemanasan Global Berdampak ke Jenis Kelamin Kura-Kura Hijau
Merdeka.com - Perubahan iklim telah menjadi bencana bagi banyak makhluk hidup. Salah satu yang paling terkena dampak adalah hewan-hewan yang bergantung pada air laut, baik habitat ataupun mencari makan.
Seperti Great Barrier Reef di Australia, perubahan iklim sebabkan masalah bagi lebih dari 200.000 kura-kura laut hijau yang tinggal di sana. Pasalnya, para ilmuwan melihat populasi kura-kura tersebut yang berusia muda, hampir keseluruhannya berjenis kelamin betina. Hal ini seperti yang dilansir oleh Mashable mengutip jurnal Current Biology.
Tak seperti manusia dan kebanyakan mamalia lain yang perkembangan seksnya ditentukan oleh kromosom, jenis kelamin reptil seperti kura-kura, ditentukan oleh suhu inkubasi telur.
-
Bagaimana perubahan iklim mengancam spesies? Perubahan iklim telah menyebabkan perubahan suhu dan pola curah hujan, yang berujung pada perubahan habitat dan interaksi antar spesies.
-
Apa penyebab utama dari perubahan iklim? Lebih lanjut, Rheza menambahkan bahwa terjadinya perubahan iklim juga bersumber dari aktivitas umat manusia yang banyak menyumbang karbon dioksida yang menghasilkan efek gas rumah kaca.
-
Apa dampak kenaikan suhu global terhadap lingkungan? Kenaikan suhu global memiliki dampak yang luas dan serius terhadap lingkungan serta kesehatan manusia.
-
Apa dampak perubahan iklim bagi bumi? Hasil simulasi tersebut menyimpulkan bahwa dalam waktu 250 juta tahun, atmosfer bumi akan terkandung penuh oleh gas CO2. Kondisi ini ditambah dengan panas yang tak tertahankan dari sinar matahari yang akan membuat bumi tidak lagi menjadi tempat layak untuk mendukung kehidupan, termasuk bagi umat manusia.
-
Kenapa perubahan iklim memperburuk dampak kekeringan? Namun, para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim memperburuk dampak dari fenomena cuaca ini, sehingga membuatnya semakin sulit untuk diprediksi.
-
Apa yang menyebabkan perubahan iklim global? Peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa jenkyns, di mana lava dan gas vulkanik meledak melalui celah besar di permukaan bumi, menyebabkan pemanasan global dan kepunahan tumbuhan besar-besaran.
Suhu yang lebih hangat akan menghasilkan kelahiran betina, sementara dingin akan menghasilkan jantan. Para ilmuwan menyebut bahwa suhu terbaik untuk komposisi jantan dan betina dalam populasi kura-kura tersebut adalah 29,3 derajat Celcius.
Masalahnya, ketika suhu makin panas populasi akan lebih condong ke kelahiran betina.
Lautan Jadi Hangat
Menurut catatan peneliti, di pantai-pantai bagian utara yang suhunya lebih hangat, 86,8 persen kura-kura dewasa berjenis kelamin betina.
Di pantai bagian selatan yang lebih dingin, populasi betina 65 hingga 69 persen. Angka ini masih sangat tidak imbang dan di masa depan populasi kura-kura hijau akan segera terancam.
Kejadian ini hampir sama dengan yang terjadi ke Kura-kura Tempayan yang hampir punah di Australia.
Badan Lingkungan Queensland mencoba bereksperimen dengan menutup sarang kura-kura dengan kain pelindung agar tak terpapar panas dan menghasilkan lebih banyak jantan.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Cuaca panas ekstrem dapat mengancam kehidupan di bumi.
Baca SelengkapnyaDampak ini menunjukkan betapa pentingnya tindakan mitigasi dan adaptasi untuk melindungi lingkungan dan kesehatan dari efek negatif kenaikan suhu global.
Baca SelengkapnyaAda reaksi yang tak biasa pada hewan saat terjadi gerhana matahari total.
Baca SelengkapnyaBinatang unik yang mampu mengubah jenis kelaminnya.
Baca SelengkapnyaIkan kerapu raksasa yang menjadi buruan para penyelam ini juga memiliki sederet fakta menarik. Simak selengkapnya!
Baca SelengkapnyaBerikut adalah perbedaan Kura-kura dan Penyu yang perlu diketahui.
Baca SelengkapnyaBukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa Bumi pernah mengalami perubahan kondisi iklim yang ekstrem.
Baca SelengkapnyaBerikut penampakan Ikan Pari Jawa yang telah secara resmi dinyatakan punah.
Baca SelengkapnyaPerubahan lingkungan adalah salah satu isu paling mendesak yang dihadapi dunia saat ini.
Baca Selengkapnya