Baru Setahun Buka Usaha, Pemuda Ini Sukses Jalani Bisnis Parfum dengan Omzet Rp900 Juta/Bulan
bisnis ini baru berjalan selama 1 tahun. Pada Maret 2023 lalu, ia beromzet Rp 5 Juta kini jadi Rp 900 juta/bulan.
Ia sudah sempat mencoba beberapa peluang bisnis di berbagai sektor namun gagal. Pemuda murah senyum ini akhirnya sukses dengan penghasilan yang melimpah.
Baru Setahun Buka Usaha, Pemuda Ini Sukses Jalani Bisnis Parfum dengan Omzet Rp900 Juta/Bulan
Usaha tidak mengkhianati hasil, itulah kalimat yang tepat bagi seorang pemuda bernama Gilang Margi Nugroho.
Ia berhasil membuka bisnis Gudang Parfum Import dan berpenghasilan Rp900 juta hanya dalam 1 bulan saja!
Bukan perjalanan yang mudah bagi Gilang, sebelum sukses seperti sekarang dirinya sudah pernah beberapa kali membuka usaha namun berujung pada kegagalan.
Dengan tekad dan semangat yang kuat, ia tetap berusaha untuk bisa meraih kesuksesan. (Foto: Youtube/Naik Kelas)
- Bisnis Kue Rumahan Bikin Perempuan Asal Bekasi Raup Omzet Rp100 Juta, Semangat Bangkit dari Titik Terendah
- Jatuh Bangun Saroh Rintis Usaha Kue Brownis Kering di Indramayu, Modal 1,5 Juta Kini Raup Omzet hingga Rp150 Juta Per Bulan
- Bangun Bisnis dengan Modal Rp2 Juta, Penjual Elektronik di Gang Sidoarjo Kini Punya Omzet Miliaran Rupiah Tanpa Utang Bank
- Banyak Sedekah Jadi Kunci Sukses Adibayu Bisnis Kentang, Kantongi Omzet Rp2,5 Miliar
"Dulu gagal di jualan kaos, casing hape sama laptop gagal juga, jualan soto juga pernah gagal, jualan nasi biryani gagal, terakhir aku menjadi supplier seafood juga gagal," ucapnya dikutip dari kanal Youtube Naik Kelas (4/5).
Seperti apa kisah sukses Gilang dalam membangun usaha parfum ini hingga omzet ratusan juta per bulannya?
Simak informasi selengkapnya yang dirangkum merdeka.com berikut ini.
Peluang Bisnis Parfum
Dalam video tersebut Gilang mengupas satu per satu peluang bisnis parfum yang ia tekuni sekarang ini.
Mulai dari market value yang besar, harga jual yang gelap (artinya harga bisa berubah-ubah tanpa ada harga pasar sendiri), dan penggunanya banyak baik itu dari laki-laki atau perempuan.
"Parfum ini termasuk dalam body care, perempuan dan laki-laki pasti beli," imbuhnya.
Kunci sukses bisnis yang Gilang tekuni saat ini adalah menentukan arah penjualan dari parfum itu sendiri.
Ia pun melihat peluang dengan sistem paket usaha. Artinya, orang lain bisa dengan modal yang tidak terlalu mahal bisa memiliki merk parfum.
"Orang lain bisa punya merk parfum dengan modal kurang dari Rp2 juta rupiah. Menurut saya itu win-win solution," tambah Gilang.
Inovasi dalam Berbisnis
Dalam konsep Paket Usaha yang diterapkan oleh Gilang, secara langsung ia memberikan edukasi dan mencoba membuka peluang bisnis kepada orang lain tentunya dengan modal yang tidak terlalu mahal.
"Rata-rata pembeli paket usaha ini dalam seminggu bisa balik modal. Maka dari itu, ketika membeli parfum di sini murah, lalu di jual kembali dengan harga tinggi karena market retail parfum dikenal dengan harga yang mahal," lanjutnya.
Dengan menerapkan paket usaha, Gilang tak perlu waktu lama agar bisa balik modal dan kini usahanya sudah semakin berkembang.
Bahkan, dengan penjualan parfum saja ia bisa meraup omzet hingga Rp900 juta per bulannya.
Di sisi lain, para pembeli parfum pun juga tidak rugi, mereka bisa membuka peluang bisnis parfum dengan harga dan merk sendiri. Tentu saja, hal ini menjadi sebuah ekosistem bisnis yang sehat dan saling menguntungkan.
Baru 1 Tahun Berjalan
Menariknya, bisnis ini baru berjalan selama 1 tahun. Pada Maret 2023 lalu, ia beromzet Rp 5 Juta. Kini, ia meraup omzet Rp 900 juta per bulan dengan parfum import.
"Di Maret tahun lalu kita sell sebulan itu Rp 5 juta ini rak dulu masih pada kosong. Nih masih kebanyakan perfum laundry. Di November Desember Januari sampai dengan sekarang kita tuh udah rata-rata di Rp 900 juta/bulan"
Ia juga menambahkan bisnisnya bisa berkembang karena sosmed analisa yang benar dan mempelajari cara menjual produk yang tepat.
Selain bisnis parfum, Gilang juga mempunyai bisnis lain di bidang kuliner yaitu Kepiting Nyinyir.
Gilang juga mengungkapkan sejak kecil ia memang sering berbinis. Kedua orang tua Gilang yang bukan orang kaya, membuat ia harus mencari uang tambahan sendiri untuk jajan.