Ini cerita mendebarkan Kepala BIN jemput Din Minimi di hutan Aceh
Selama ini, Din Minimi menjadi kelompok bersenjata di Aceh yang paling diburu.
Lewat negosiasi alot selama berbulan-bulan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, berhasil membuat kelompok bersenjata pimpinan Nurdin bin Ismail Amat Alias Nurdin Abu Minimi atau Din Minimi menyerah. Kelopok yang disebut-sebut sebagai sempalan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut selama ini keberadaannya paling diburu di Aceh.
Sebanyak 120 anggota termasuk Din Minimi menyerahkan diri pagi tadi. Sebelumnya, malam tadi Sutiyoso sudah melakukan pertemuan bahkan bermalam di rumah Din Minimi.
Kepada merdeka.com, Sutiyoso membagi cerita bagaimana perjalanannya kemarin hingga sampai di satu tempat yang menjadi basis kelompok Din Minimi.
"Senin kemarin, saya menuju markas Din Minimi, magrib saya sampai di tempat mereka," kata pria yang akrab disapa Bang Yos itu saat dihubungi Selasa (29/12).
-
Dimana serangan teroris terjadi? Serangan tersebut terjadi di gedung teater Crocus City Hall yang berlokasi di Krasnogorsk, sebuah kota yang terletak di barat ibu kota Rusia, Moskow.
-
Bagaimana Angger Dimas menggambarkan teror yang ia terima? Angger melanjutkan, "Hmmm tiga sampe empat orang. Teror secara saya punya utang banyak," sambung Angger.
-
Bagaimana cara mencegah tindakan terorisme? Cara mencegah terorisme yang pertama adalah memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar. Pengetahuan tentang ilmu yang baik dan benar ini harus ditekankan kepada siapa saja, terutama generasi muda.
-
Bagaimana peran Ditjen Polpum Kemendagri dalam menangani radikalisme dan terorisme? Ketua Tim Kerjasama Intelijen Timotius dalam laporannya mengatakan, Ditjen Polpum terus berperan aktif mendukung upaya penanganan radikalisme dan terorisme. Hal ini dilakukan sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024.
-
Bagaimana cara polisi menyelidiki teror yang dialami Dinar Candy? "Mau diselidiki dulu, kayak pelat nomor. Kan ada diintai mobil warna merah juga. Pelat nomor sama orang yang datang ini tuh siapa," ungkapnya.
-
Di mana kejadian teror suara ketuk pintu ini terjadi? Belum lama ini, sebuah kejadian yang tak biasa terjadi di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
penjemputan kelompok bersenjata ©2015 merdeka.com/istimewa
Untuk sampai ke markas Din Minimi, lanjut Bang Yos, medan yang harus dilalui tidak mudah. Dia saat itu hanya bersama satu pengawal dan satu ajudan.
"Jalan yang ditempuh banyak liku-liku, licin, saya kadang naik motor, kadang jalan. Ya ini tentu penuh risiko yang sudah saya pertimbangkan," tambahnya.
Setelah bertemu, Sutiyoso mengaku sambutan Din Minimi cukup baik. Meskipun diakuinya suasana saat itu sangat menegangkan.
"Serem banget, mereka pakai pakaian hitam-hitam bawa AK. Dan mobil saya sempat dicegat mobil berulang. Tapi setelah bertemu sambutan cukup baik," jelas mantan prajurit Kopassus ini.
"Ya buktinya aku sekarang aman-aman saja," pungkasnya.
Berikut kronologi detik-detik penyerahan diri Din Minimi dan kelompoknya.
1. Pada 28 Desember 2015 jam 19.30 WIB, tim penjemput yang menggunakan beberapa unit mobil di antaranya jenis Pajero Sport warna putih, Double Cabin Hilux warna hitam, Toyota Fortuner warna hitam bertemu kelompok Din Minimi di daerah Desa Keude Masjid Bagok, Nurussalam, Atim.
2. Pada 28 Desember 2015 jam 20.00 WIB, tim penjemput beserta kelompok Din Minimi yang berjumlah 20 orang yang dibawa menggunakan 2 unit kendaraan jenis Panther pikap dan Chevrolet pikap bergerak dari lokasi penjemputan melalui Jalan Medan-Banda Aceh menuju ke arah kecamatan Julok Kabupaten Atim.
3. Setelah tiba di Julok, 2 unit mobil yang ditumpangi oleh Deputi 2 Bin dan Direktur 23 beristirahat di Koramil Julok, sedangkan mobil yang membawa KaBin dan kelompok Nurdin Ismail alias Din Minimi beserta seluruh anggotanya langsung menuju ke rumah orangtua Nurdin di Desa Ladang Baroe, Julok, kabupaten Atim.
4. Pada jam 21.00 WIB, rombongan KaBIN beserta kelompok Din Minimi melaksanakan kegiatan doa bersama dan syukuran bertempat di rumah orangtua Nurdin Ismail alias Din Minimi yang dipimpin oleh Tengku dan tokoh masyarakat setempat. Dihadiri masyarakat dari yang berjumlah 120 orang.
5. Pada jam 23.00 WIB, diperoleh informasi bahwa rombongan KaBIN serta kelompok Din Minimi menginap atau bermalam di rumah orangtua Nurdin Ismail alias Din Minimi, selanjutnya direncanakan tanggal 29 Desember 2015 rombongan Ka Bin beserta seluruh anggota kelompok sipil bersenjata Din Minimi akan berangkat menuju ke Kota Lhokseumawe.
Baca juga:
Dianggap bukan kelompok separatis, kelompok Din Minimi tidak ditahan
Detik-detik kelompok bersenjata Din Minimi menyerahkan diri
Pontang panting polisi buru kelompok teror Din Minimi dan Santoso