Luhut Sebut dari Hasil Modelling Virus Corona Tak Kuat di Cuaca Indonesia
Meski begitu, Luhut tetap meminta agar masyarakat menerapkan physical distancing atau menjaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan virus corona (Covid-19) tak kuat hidup di Indonesia. Menurutnya, virus corona tak bisa hidup di cuaca Indonesia yang cenderung panas.
"Dari hasil modelling, cuaca Indonesia yang panas dan humadity tinggi maka untuk Covid-19 itu enggak kuat," kata Luhut saat video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa (2/4).
-
Siapa Paulus Pandjaitan? Paulus putra dari Menko Luhut ini ternyata mengikuti jejak ayahnya yang meniti karier di bidang kemiliteran. Siapa yang tak kenal Luhut Binsar Pandjaitan? Selain menjabat sebagai Menteri Menko Marves, ia juga memiliki karier mentereng di bidang kemiliteran. Anak sulungnya, Paulus Pandjaitan rupanya mengikuti jejak karier sang ayah.
-
Kapan Kurniawan Dwi Yulianto lahir? Kelahiran Kurniawan Dwi Yulianto 13 Juli 1976
-
Kapan Alimin bin Prawirodirjo lahir? Lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada tahun 1889, pria yang kerap disapa Alimin ini terlahir dari kalangan keluarga miskin.
-
Kapan Purnawarman meninggal? Purnawarman meninggal tahun 434 M.
-
Kapan Presiden Jokowi meresmikan Bandara Panua Pohuwato? Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bandar Udara Panua Pohuwato di Provinsi Gorontalo.
-
Apa yang menjadi sorotan utama Presiden Jokowi tentang pangan di Indonesia? Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah menyoroti permasalahan pangan di Indonesia, bahwa permintaan selalu meningkat karena populasi yang terus bertambah.
Meski begitu, Luhut tetap meminta agar masyarakat menerapkan physical distancing atau menjaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona.
"Kalau jaga jarak tak dilakukan ya tidak berarti. Makanya sekarang tergantung kita," ujarnya.
Saat ini, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan pemerintah untuk menekan angka penyebaran virus corona. Kebijakan itu dinilai lebih tepat untuk Indonesia dibandingkan opsi lockdown atau karantina wilayah.
Alasan Tak Lockdown
Luhut menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak mengambil langkah lockdown. Luhut mencontohkan negara-negara lain yang sudah menerapkan lockdown.
"Katakan lockdown, kita sudah lihat di India, Malaysia. Di China sendiri kan hanya di Hubei itu lockdown, jadi dari pertimbangan-pertimbangan semua itu kita melihat ini dan sarankan ke Presiden," jelasnya.
Lockdown di India sendiri berujung kekacauan. Menurut Luhut, Jokowi sangat jernih melihat dampak kebijakan lockdown yang dapat merugikan masyarakat lapisan bawah.
"Presiden lebih jernih lagi melihat, kalau (lockdown) itu dilakukan dampak yang paling kena adalah masyarakat paling bawah, dan beliau enggak mau," tutur Luhut.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com