BEI akan kurangi jumlah 1 lot menjadi 100 lembar
Pengurangan jumlah lot tersebut ditujukan untuk peningkatan jumlah investor ritel domestik.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperkecil jumlah saham dalam satuan lot, yaitu dari 500 lembar menjadi 100 lembar per 1 lot pada kuartal kedua tahun depan. Hal ini ditujukan untuk memberikan peluang lebih besar bagi investor ritel.
Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan bahwa dengan memperkecil jumlah saham tersebut bisa memberikan kesempatan yang lebih besar sekaligus meringankan investor ritel dalam mengalokasikan dananya ke pasar modal. Hal itu berkaitan dengan besaran nilai saat membeli saham untuk pasar ritel.
-
Kapan PT Tera Data Indonusa Tbk melantai di bursa saham? Bahkan pada 2022, saat pandemi berlangsung, perusahaan ini berani mengambil langkah melantai di bursa saham.
-
Siapa yang merencanakan aksi teror di Bursa Efek Singapura? Pendalaman itu dibenarkan Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar bahwa YLK memang hendak merencanakan aksi teror ini pada 2015 silam.
-
Mengapa BRI dan BEI berkolaborasi untuk mendorong nasabah korporasi BRI melakukan IPO? Perusahaan-perusahaan berpeluang besar dalam mengembangkan bisnisnya melalui pendanaan dari pasar modal.
-
Bagaimana BRI dan BEI berharap nasabah korporasi mereka bisa memanfaatkan keuntungan dari IPO? Dengan menjadi perusahaan terdaftar, perusahaan memiliki akses langsung ke pasar modal untuk mendapatkan pendanaan tambahan di masa depan melalui penerbitan saham atau obligasi. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam manajemen keuangan perusahaan dan memperluas sumber pendanaan yang tersedia
-
Kapan Bursa Berjangka Aset Kripto diluncurkan? Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meluncurkan Bursa Berjangka Aset Kripto di Jakarta, Jumat (28/7).
-
Siapa saja yang memegang saham PT Berau Coal Energy Tbk? Saat ini, PT Berau Coal Energy Tbk menguasai 90 persen saham perusahaan dan 10 persen dimiliki oleh Sojitz Coorporation.
"Sebagai contoh satu lembar harga sahamnya sebesar Rp 10.000 jika harus membeli 1 lot atau 500 lembar saham, mereka harus mengeluarkan dana sebesar Rp 5 juta. Jadi jika dipangkas satu lot menjadi 100 lembar mereka hanya mengeluarkan dana sebesar Rp 1 juta, sehingga sisanya sebesar Rp 4 jutanya lagi kan bisa dibelikan saham lain," jelas dia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/12).
Ito mengatakan sebelum melakukan pemangkasan tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar.
"Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu dan akan melakukan perubahan sistem. Harapannya dengan perubahan jumlah saham dalam lot sudah dapat diimplementasikan pada kuartal kedua tahun depan," ujarnya.
Dia menambahkan, rencana itu sejalan dengan target perusahaan untuk menambah investor ritel yang saat ini terlalu berat untuk menanamkan saham di pasar modal.
"Dengan memperkecil jumlah saham dalam lot diharapkan investasi di pasar modal Indonesia akan lebih murah sehingga membuat investor ritel menjadi mudah berinvestasi dan menambah jumlah investor ritel ke depannya," tutupnya.
(mdk/rin)