Dispepsia Adalah Penyakit Nyeri Ulu Hati, Kenali Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Dispepsia adalah gangguan yang dapat terjadi di daerah perut bagian tengah. Dispepsia dapat mengakibatkan sekumpulan gejala berupa rasa nyeri, kembung, mual, muntah, dan lain sebagainya. Dispepsia biasanya terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman.
Penyakit dispepsia dapat terjadi karena adanya kadar asam lambung yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan peradangan pada selaput lambung. Penyakit ini dapat kambuh dengan tiba-tiba dan semakin lama akan dapat semakin parah. Oleh sebab itu, penderitanya harus lebih selektif lagi dalam mengonsumsi makanan.
Penyakit dispepsia memang tidak bisa dianggap remeh. Tanpa adanya perbaikan pola hidup maupun pemeriksaan dan penanganan yang tepat dari dokter, dispepsia dapat menjadi gejala penyakit pencernaan yang parah.
-
Bagaimana cara mengatasi asam lambung akibat makanan pedas? Makanan pedas seperti cabai, jahe, dan lada mengandung capsaicin yang dapat merangsang produksi asam lambung. Senyawa ini juga dapat mengiritasi lambung dan memicu gejala asam lambung.
-
Bagaimana cara mengatasi asam lambung? Orang yang mengalami heartburn setelah mengonsumsi produk susu mungkin dapat meredakannya melalui minuman lain pengganti susu.
-
Apa saja yang bisa terjadi karena asam lambung tinggi? Sayangnya, berbagai gangguan kesehatan seperti naiknya asam lambung akibat kebiasaan makan yang nggak teratur bisa menyebabkan rasa tidak nyaman hingga sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
-
Apa saja makanan yang bisa menyebabkan asam lambung? Makanan dengan kandungan asam tinggi, pedas, berlemak, atau yang mengalami fermentasi dapat meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, minuman bersoda juga diketahui dapat memperburuk gejala yang dialami.
-
Mengapa asam lambung naik? Penyebab asam lambung ialah karena melemahnya sfingter esofagus atau otot-otot pembatas antara kerongkongan dan lambung sehingga menyebabkan refluks (aliran balik) atau asam lambung naik ke saluran esofagus (kerongkongan).
-
Apa yang menyebabkan naiknya asam lambung? Naiknya asam lambung ini disebabkan oleh kelainan pada otot-otot esofagus bagian bawah yang menyebabkan asam dari perut naik ke kerongkongan.
Untuk mengetahui lebih rinci, berikut 6 cara mengatasi dispepsia yang dilansir dari Liputan6.com.
Mengenal Tentang Dispepsia
Dispepsia adalah gangguan yang dapat terjadi di daerah perut pada bagian bawah. Gangguan dapat memunculkan gejala berupa rasa nyeri pada ulu hati, kembung, mual, muntah, dan lain sebagainya. Nyeri ini dapat hilang dan timbul, tetapi biasanya terjadi secara terus-menerus.
Dispepsia adalah penyakit yang biasanya disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang cenderung tidak sehat. Selain itu, dispepsia juga bisa dikaitkan dengan infeksi, kondisi pencernaan atau kelebihan asam lambung. Di sini asam lambung memecah mukosa sehingga menyebabkan iritasi dan pembengkakan. Di mana hal ini memicu rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.
Biasanya, penyakit ini akan lebih dapat dirasakan pada saat penderitanya makan atau setelah mengonsumsi makanan dan minuman. Meskipun rasa tidak nyaman sudah mulai bisa dirasakan sebelum makan. Saat menjelang makan, lambung akan menghasilkan asam.
Saat kondisi tertentu, jumlah asam yang diproduksi oleh lambung bisa meningkat sehingga menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung. Bahkan keluhan bisa terasa hingga kerongkongan. Keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat dispepsia dikenal sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag.
Cara Mengatasi Penyakit Dispepsia
Setelah mengetahui apa itu dispepsia, hendaknya kita juga mengetahui metode pengobatannya yang paling tepat. Namun, pengobatan untuk penyakit dispepsia ini sangat beragam tergantung pada apa yang menyebabkannya dan seberapa gejala yang dirasakan.
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri ulu hati atau dispepsia dapat dilakukan dengan meminum obat yang direkomendasikan oleh dokter. Misalnya, dengan mengonsumsi obat yang mengandung antasida untuk mengurangi asam lambung. Jangan lupa untuk makan makanan apa pun yang ada, memperbanyak konsumsi air putih, serta istirahat.
Selain itu, kebanyakan orang juga mampu mengatasi ataupun mencegah gangguan pencernaan dengan membuat perubahan pola makan dan gaya hidup yang lebih baik. Berikut beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup untuk mengatasi nyeri dari penyakit dispepsia tersebut.
Usahakan untuk selalu makan sedikit demi sedikit dan kunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh.- Hindari makanan yang berlemak dan pedas seperti makanan olahan, minuman bersoda, kopi, teh, alkohol, rokok, dan lainnya yang bisa memicu produksi asam lambung berlebih.- Mempertahankan berat badan yang sehat.- Lakukan olahraga secara teratur.- Mengelola stres.- Hindari kebiasaan segera berbaring setelah makan. Anda bisa menunggu setidaknya dua hingga tiga jam setelah makan sebelum berbaring.
Jenis Makanan atau Minuman yang Perlu Dihindari
Makanan PedasMakanan pedas merupakan suatu pantangan bagi penderita dispepsia. Mengonsumsi makanan pedas dapat memperburuk kondisi penyakit ini. Alasannya karena makanan pedas dapat meningkatkan kadar asam lambung dengan cepat dan menyebabkan radang pada lambung. Pada selaput lambung yang rusak karena dispepsia akan terus meradang jika terkena makanan yang pedas.
Makanan AsamSelain makanan pedas, makanan asam juga sebaiknya dihindari bagi para penderita penyakit ini. Makanan asam bisa menyebabkan masalah pencernaan. Buah-buahan dengan tingkat keasaman tinggi seperti jeruk dan lemon juga harus dihindari.
Makanan Tinggi Kandungan LemakMakanan dengan kadar lemak tinggi sebaiknya dihindari. Makanan dengan kandungan lemak tinggi juga bisa meningkatkan peradangan pada selaput lambung, sehingga menyebabkan dispepsia atau sakit maag. Makanan berlemak biasanya ditemukan pada masakan yang digoreng.
Oleh sebab itu, akan lebih disarankan bagi penderita dispepsia untuk menghindari makanan yang digoreng secara berlebihan. Selain memperparah kondisi dispepsia, makanan berlemak juga dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat obesitas.
Makanan dan Minuman ManisMakanan dan minuman yang mengandung gula tinggi atau dibuat dengan pemanis buatan juga dapat menyebabkan penyakit maag kambuh pada seseorang. Hal ini dikarenakan pemanis tidak dapat sepenuhnya dicerna dan diserap oleh tubuh sebelum mencapai usus.
Minuman BeralkoholBagi para penderita dispepsia, sebaiknya hindari meminum minuman mengandung alkohol. Hal ini dikarenakan minuman beralkohol mempunyai sifat yang dapat mengiritasi lapisan lambung, sehingga bisa menyebabkan rasa nyeri kambuh.
Selain itu, alkohol juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penyakit hati. Alkohol juga tidak mengandung protein, vitamin, atau nutrisi lainnya yang berguna untuk tubuh. (mdk/raf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Dispepsia atau yang sering juga dikenal sebagai sindrom lambung adalah kondisi yang ditandai dengan berbagai gejala yang berkaitan dengan pencernaan.
Baca SelengkapnyaSindrom dispepsia adalah kondisi gangguan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman atau sakit di perut bagian atas.
Baca SelengkapnyaBeberapa buah-buahan memiliki sifat basa, rendah asam, dan mudah dicerna. Buah inilah yang cocok dijadikan sebagai asupan penurun asam lambung.
Baca SelengkapnyaPenyakit lambung bengkak atau gastritis adalah kondisi di mana dinding lambung mengalami peradangan dan pembengkakan.
Baca SelengkapnyaGejala asam lambung bisa diatasi dengan konsumsi jus buah dan sayur.
Baca SelengkapnyaBagi penderita asam lambung, konsumsi jus tertentu dapat membantu meredakan gejala dan memberikan nutrisi tanpa memicu iritasi.
Baca SelengkapnyaCara mencegah asam lambung naik ini bisa kamu coba terapkan mulai dari sekarang.
Baca SelengkapnyaMakanan pedas ternyata bisa menyebabkan sakit perut yang tak bikin nyaman. Cari tahu alasannya, yuk!
Baca SelengkapnyaDengan penyesuaian diet yang tepat, penderita asam lambung dapat mengelola gejala dan bahkan menikmati beragam makanan tanpa rasa khawatir.
Baca SelengkapnyaPenyakit lambung tak hanya sebatas maag atau GERD.
Baca Selengkapnya