Hikayat empat sahabat seberangi Laut Cilacap
Merdeka.com - Dalam ingatan Timong, masih terukir bagaimana ceritanya menembus hutan di pulau Penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, ketika melakukan pelarian dari Penjara Permisan 33 tahun silam. Dia menyusuri rawa-rawa bersama 34 orang narapidana untuk mencapai daratan.
Sudah tiga hari sejak dia kabur dari Lapas Permisan, para narapidana itu terpaksa berpisah takkala menanjak di sebuah bukit di atas Lapas Permisan. Mereka terbelah menjadi dua. Sebanyak 20 orang ikut Jhoni Indo menyisir bukit di bagian selatan, sedangkan sisanya 14 orang menyisiri bukit bagian utara untuk menuju bibir pantai. Mereka berlari di bawah kejaran para tentara dan kepolisian.
"Hari ketiga kita berpisah, 20 orang ikut jalur selatan dan 14 orang itu sama saya," kata Timong seraya mengepulkan asap rokoknya semalam.
-
Kenapa kapal itu tenggelam? Namun saat berada di 52 NM dari Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, kapal tersebut dihantam cuaca buruk. 'Kapal yang berpenumpang 37 orang dan bermuatan ikan ini dikabarkan terbalik saat mengalami cuaca buruk di Perairan Selayar,' ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/3).
-
Kenapa kapal Kanaan itu tenggelam? 'Kapal tersebut tampaknya tenggelam dalam kondisi kritis. Kemungkinan karena badai atau upaya serangan pembajakan di Akhir Zaman Perunggu.'
-
Dimana kapal itu tenggelam? Kapal penangkapan ikan KM Dewi Jaya 2 yang mengangkut 37 orang dari Muara Baru, Jakarta tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat tenggelam di perairan Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan (Sulsel).
-
Kenapa banyak kapal karam di Karimunjawa? Perairan Karimunjawa juga terkenal karena keangkerannya. Sudah banyak kapal yang karam atau tenggelam tanpa sebab yang jelas.
-
Mengapa kapal Vasa tenggelam? Sayangnya, kapal ini memiliki cacat konstruksi yang signifikan, sehingga tenggelam hanya dalam jarak pendek sejauh 1.300 meter setelah diluncurkan.
-
Apa makna kata-kata tumbang sakit? Kata-kata tumbang sakit baik sakit hati maupun sakit fisik dapat dijadikan sebagai semacam motivasi untuk diri sendiri agar cepat pulih dan tak berlama-lama terjerumus di dalamnya.
Timong awalnya menolak untuk berbicara, namun akhirnya dia melunak setelah dia mau berkisah jika alur cerita pelarian itu mewakili 34 orang narapidana yang berhasil kabur. Timong memang menutup diri untuk bercerita kepada siapapun. Itu dilakukan karena dia tak ingin anak-anaknya tahu jika dulu dia pernah mendekam di balik jeruji besi.
Selama pelarian, Timong menceritakan jika kondisi para narapidana memang mulai kelelahan. Selain tanpa makanan, mereka juga main kucing-kucingan dengan aparat keamanan. Maklum, kaburnya para narapidana ini sempat membuat geger seantero Indonesia. Bahkan media Australia mengabarkan jika para narapidana ini lari dengan membawa dua peti senjata. Padahal dari enam pistol diambil dari sipir, hanya satu pistol berisi peluru.
Selama pelarian mendaki di bukit dekat Lapas Permisan, para narapidana ini akhirnya bertemu di satu titik. Namun masuk hari kelima, rombongan ini kembali berpisah. Sebanyak 29 orang termasuk Jhoni Indo berpisah dengan Timong, Amri, Tasman dan Budi. Timong berhasil selamat ditangkap tentara lantaran saat berjalan mencari bibir pantai dia kebelet untuk buang air kecil. Saat itu, hanya Tasman, Amri dan Budi yang menunggu Timong.
Di bukit bebatuan Pulau Nusakambangan itu mereka tertinggal. Saat memberikan kode panggilan, 29 orang bersama dengan Jhoni Indo meninggalkan Timong. "Di situ ada dua jalan, saya ambil ke kiri dan mereka lurus. Rombongan kami langsung menuju pantai," tuturnya.
Di pinggir pantai itu, Timong mendapati sebuah gubuk. Di sana dia menemukan sisa makanan dan puntung rokok bekas tentara yang mencari para narapidana melarikan diri. Lima hari tak makan, empat orang sahabat ini mendapatkan amunisi untuk perut. Mereka makan sisa makanan bekas tentara. Saat itulah mereka melihat dua nelayan berperahu mendekati gubuk tersebut.
Tak mau kehilangan akal, Timong, Tasman, Amri dan Budi mengatur siasat untuk merebut perahu tersebut untuk membawa mereka sampai ke daratan Cilacap. Nahas, aksi mereka gagal lantaran nelayan itu keburu melihat Timong dan tiga orang kawannya. "Kami curiga nelayan itu sebagai mata-mata, mereka melihat kami dan akhirnya kami kembali naik ke atas bukit," ujar Timong.
Untuk mengatur siasat menyeberangi laut, Timong melihat pada sore hari air laut sedang surut. Dia tidak menyeberang lantaran surutnya laut itu mengarah ke Selat India. Sambil menunggu air laut pasang, Timong bersama Amri, Tasman dan Budi membuat rakit. Berbekal klewang miliknya, Timong menebang batang pohon pisang kemudian dirajut dengan menggunakan tali dari pohon waru.
Tengah malam empat orang ini menyeberang menuju Segara Anakan di antara Pulau Nusakambangan dengan Cilacap. Namun sayang saat menyeberang menggunakan rakit, Tasman terbawa arus. Dia menghilang hingga sampai saat ini Timong tidak mengetahui keberadaan dan nasibnya.
Singkat cerita, 29 narapidana yang berpisah dengan Timong berhasil dilumpuhkan anggota Brimob. Sebanyak 13 orang ditembak saat kabur dan sisanya menyerahkan diri termasuk Jhoni Indo. Namun tidak bagi Timong dan dua kawannya, Budi dan Amri. Mereka bertiga berhasil sampai ke daratan di Kali Muncang setelah terapung di atas laut sepanjang 1 kilometer.
Hari ketujuh, mereka berhasil masuk kampung. Namun hari terakhir ini merupakan hari sial bagi ketiganya. Seorang warga yang memberi makan Budi dan Amri rupanya memata-matai mereka. Mereka berhasil ditangkap setelah dikepung di atas bukit di Kali Muncang. "Kami terkepung. Saat sedang di pinggir jalan, Budi dan Amri teriak agar saya menyelamatkan diri," tutur Timong.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Ada dua penumpang atas nama Hasmira dan Mariana meninggal dunia akibat tidak bisa berenang.
Baca SelengkapnyaSeorang kru yang selamat mengaku sempat melihat temannya meninggal dunia di tengah lautan
Baca SelengkapnyaSebanyak 11 anak buah kapal (ABK) akhirnya ditemukan selamat setelah sempat terombang-ambing di Selat Malaka. Mereka ditemukan nelayan yang melintas.
Baca SelengkapnyaDaya tampung ojek perahu yang tenggelam idealnya ditumpangi 14-15 orang. Tetapi pada saat kejadian peristiwa diisi 40 lebih orang penumpang.
Baca SelengkapnyaNakhoda dan ABK langsung dibawa ke Polres Tapanuli Tengah untuk diminta keterangannya.
Baca SelengkapnyaTak ada yang mau menolong, aksi heroik nelayan lindungi anak-anaknya saat terombang ambing di lautan selama 2 jam ini viral.
Baca SelengkapnyaCuaca buruk menyebabkan gelombang tinggi di perairan Tasikmalaya, Satpolairud minta nelayan tak melaut dulu.
Baca SelengkapnyaSementara terkait apakah ada korban jiwa atau tidak, belum mengetahui secara pasti karena masih dalam upaya proses penyelamatan.
Baca SelengkapnyaKapal yang memuat 40 ton beras dan 30 tabung elpiji tenggelam usai dihantam ombak saat berada di Perairan Selayar.
Baca SelengkapnyaKeempat remaja tersebut mandi di Pantai Pancer atau dikenal juga Pantai Perawan Desa Sidoasri.
Baca SelengkapnyaKapal pengangkut barang, KM Lintang Timur Selatan, karam di Selat Malaka, Senin (31/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelas awaknya pun hilang.
Baca SelengkapnyaMomen kru kapal evakuasi enam nelayan yang terombang-ambing di lautan karena kapalnya tenggelam ini bikin warganet terharu.
Baca Selengkapnya