ASN di Bandung Barat jadi Korban KDRT Istri, Kadispora Bongkar Fakta-Fakta Mengejutkan
Saat ini, korban KDRT istri yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat hilang tak ada kabar.

Netizen dihebohkan dengan kabar dugaan penganiayaan yang dilkukan seorang istri kepada suaminya. Saat ini, korban yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat hilang tak ada kabar.
Informasi ini beredar di media sosial. Sejumlah akun menunggah foto korban dalam kondisi lebam. Narasi yang beredar, korban yang diketahui berinisial C sering mendapat kekerasan dari istirinya.
Salah satu pengunggah adalah akun bernama @adityaarthaz yang mengaku sebagai kakak C. Korban pun sempat dinyatakan hilang sejak Sabtu (18/1). Namun, akun yang sama kembali membuat unggahan bahwa C sudah ditemukan pada Minggu (19/1).
Belum ada keterangan secara langsung dari pihak keluarga korban mengenai peristiwa ini. Namun, Kadispora Bandung Barat, Imam Santoso membenarkan bahwa pria yang ramai dibahas itu adalah ASN. Dia bertugas di Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) KBB bagian aset.
Menurut Imam, sejak menikah, kinerja C berubah, karena kerap tidak masuk kerja tanpa alasan dan kabar yang jelas. Terbaru, pada hari Rabu (8/1) C tidak masuk kerja. Saat itu, pihak dinas mencoba menghubunginya. Hanya saja, yang membalas adalah istri C sembari menyebut bahwa suaminya sakit demam.
Jika bekerja, dia kerap diam. Lebam yang tampak di tubuhnya selalu ia sebut akibat jatuh. Sempat, C mengatakan sedang mengalami masalah, namun alasannya lagi-lagi tidak jelas.
"Hari Sabtu (11/1) ada pekerjaan yang berkaitan dengan data asset. C yang nge WA, bilang ada tragedi. Dia juga bilang tidak pegang hape dari kemarin," ujarnya.
Awal Mula KDRT Terungkap
Dugaan C mendapatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengemuka saat rekan kerjanya membuka komputer di kantor. Di komputer yang sering digunakan C, terdapat notifikasi pesan dari istri yang meminta Calvin untuk berobat ke puskesmas dan terdapat foto kondisi C penuh lebam.
"Saya perintahkan ke staf coba cek ke rumahnya, Kemudian kita dapat alamatnya. Staf saya juga telepon ke orang tuanya untuk sama-sama nengok. Begitu masuk, kaget istrinya, staf saya bilang katanya sakit kita mau nengok. Saat itu, Calvin pakai hoodie,” imbuh dia.
"Kami tentu memberikan waktu untuk penyembuhan dan menyelesaikan masalah tersebut. Kalau pekerjaan tidak terganggu, karena tugasnya ada yang mengcover," pungkasnya.