Soekarno-Hatta merasa ingkar janji tak ikut perang bersama Sudirman
Merdeka.com - Perang gerilya yang dilakukan oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman telah diakui seluruh dunia karena mampu membuat Belanda kewalahan dalam Agresi Militer II pada tahun 1948 silam. Jenderal Sudirman yang sedang mengalami sakit paru-paru mampu bertahan hidup dalam perang gerilya di hutan.
Namun ada cerita menarik dalam film Jenderal Sudirman yang baru saja diluncurkan. Film itu mengisahkan perjuangan meraih kemerdekaan melawan penjajah Belanda.
Pada tahun 1948, Belanda menyerang kota Yogyakarta melalui udara. Mereka berhasil menguasai wilayah Jawa. Hal ini akibat perundingan Renville dibatalkan secara sepihak oleh Belanda.
-
Kenapa film "Jenderal Soedirman" dibuat? Film drama biografi Indonesia dirilis pada 2015 dan menceritakan tentang pemimpin perang gerilya yang mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, Jendral Soedirman.
-
Kenapa Soeharto jadi tentara Belanda? Menjadi serdadu kolonial saat itu bukanlah masalah ideologis atau pengabdian kepada Ratu Belanda, tetapi kepada soal perut. Bagi para pemuda pribumi miskin, menjadi serdadu kolonial adalah pilihan untuk lepas dari kemelaratan hidup di desa.
-
Siapa yang memimpin perang melawan Belanda? Perang Diponegoro (1825-1830) adalah konflik antara Pangeran Diponegoro dengan Belanda yang dipicu oleh pemasangan patok-patok di lahan milik Diponegoro dan eksploitasi terhadap rakyat dengan pajak tinggi.
-
Mengapa Soedirman diburu Belanda? Keberadaan Soedirman memang menjadi momok bagi mereka, sehingga dirinya sangat diburu oleh Belanda.
-
Bagaimana Sukarno mengatasi perdebatan antar jenderal? Keputusan ini diambil karena Sukarno menilai bahwa Pronoto adalah satu-satunya jenderal yang bisa diterima oleh kedua belah pihak yang sedang bertikai.
-
Bagaimana Soekarno menggambarkan semangat juang bangsa Indonesia? Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad, 'Merdeka, merdeka atau mati'!
Sudirman pun menemui Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh Hatta. Soekarno meminta Hatta tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi di Indonesia karena melihat kondisi Sudirman sedang sakit.
"Tidak ada apa-apa Dimas (Sudirman), lebih baik pulang saja ke rumah istirahat lah," kata Soekarno yang akan melakukan sidang kabinet menentukan sikap pemerintah terkait serangan Belanda dalam film tersebut.
Sudirman tak merasa yakin dengan pernyataan Soekarno. "Saya akan menunggu hasil sidang di luar," tegas Sudirman seperti dikutip film Jenderal Sudirman saat nonton bareng di Epicentrum, Jakarta, Senin (24/8).
Sidang kabinet menyepakati pemerintahan diambil alih oleh Sjafruddin Prawiranegara. Namun Sudirman malah bersikap keras untuk melawan penjajah Belanda.
"Presiden harus ikut kami berperang," ajak Sudirman.
Namun Soekarno menolak dengan penuh pertimbangan. Dia ingin memimpin rakyat Indonesia dan melawan Belanda dengan politiknya.
"Dimas (Sudirman) tidak bisa, kami harus ada di sini. Kamu seorang tentara yang harus bersama prajurit berperang. Kalau saya ikut malah mudah dibunuh Belanda," kata Soekarno.
Perang gerilya di hutan dengan kondisi tak memungkinkan, cuaca hujan, tanah penuh lumpur dan jalan yang curam tak membuat Sudirman menyerah. Sudirman yang serba kekurangan saat bergerilya juga membuat prajurit enggan pulang bertemu dengan keluarganya.
Hatta dan Soekarno melihat Sudirman yang bergerilya di hutan merasa khawatir dengan kondisi yang minim. Keduanya pun merasa bersalah tak ingin bergerilya dengan Sudirman.
"Kita minum enak di sini sedang kan Sudirman di hutan memimpin perang gerilya. Saya merasa ingkar janji sama Sudirman," kata Hatta.
"Saya pun demikian, merasa ingkar janji. Saat saya pidato di depan Sudirman. Saya akan memimpin perang bersama rakyat langsung. Begitu juga saat saya mengatakan kepada Sri Sultan," lanjut Soekarno.
Hingga akhirnya saat perundingan Roem-Royen, Sudirman menolak pulang ke Yogya meski Belanda dan Indonesia menyepakati beberapa hal. Namun setelah mendapatkan surat dari Sri Sultan, dia segera pulang ke Yogya menemui Soekarno dan Hatta.
"Saya serahkan pemerintah militer kepada sipil. Saya ingin kembali bersama keluarga dan menjadi tentara," tukas Sudirman kepada Soekarno dan Hatta.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Indonesia pernah memiliki seorang Panglima TNI termuda yang menjabat saat masih berusia 19 tahun, ia adalah Jenderal besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman.
Baca SelengkapnyaPria panglima perang ini dianggap penjajah Belanda sangat berbahaya dan kuat dibandingkan dengan pemimpinnya sendiri.
Baca SelengkapnyaMegawati bercerita Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno menghadapi tantangan berat demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Baca SelengkapnyaBenda itu melingkar di pinggang Soeharto. Tak pernah lepas selama peperangan.
Baca SelengkapnyaPresiden sudah akan menaikkan pangkatnya bulan Agustus. Tapi dia menolak kesempatan langka menjadi jenderal.
Baca SelengkapnyaSejumlah tokoh militer senior dan sipil kecewa. Mereka mempertanyakan sikap Soeharto yang menyeret ABRI sebagai alat kekuasaan.
Baca SelengkapnyaWalaupun masing-masing punya cara yang berbeda, mereka punya peran besar bagi perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah
Baca SelengkapnyaDikenal sebagai antitesis Soeharto, sosok Benny Moerdani ternyata memiliki kisah tak terungkap antara dirinya dan sang Presiden kedua RI. Simak ulasan berikut.
Baca SelengkapnyaSoeharto marah dan dendam dilengserkan. Ada sejumlah orang dia cap sebagai pengkhianat.
Baca SelengkapnyaKeterampilannya menjahit tak bisa dipisahkan dari masa kecilnya
Baca SelengkapnyaPresiden Sukarno segera mencari sosok pengganti sementara panglima Angkatan Darat karena Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani diculik.
Baca SelengkapnyaTak ada lampu, hanya beberapa lilin karena Solo mesti digelapkan saat malam pernikahan Soeharto.
Baca Selengkapnya