2 Industri Ini Mulai Melirik Bikin "Pabrik" di Luar Angkasa karena Hasilnya Lebih Maksimal Dibandingkan di Bumi
Ada banyak faktor yang memengaruhi hasil jika diproduksi di Bumi dan di luar angkasa.

Ada banyak faktor yang memengaruhi hasil jika diproduksi di Bumi dan di luar angkasa.

2 Industri Ini Mulai Melirik Bikin 'Pabrik' di Luar Angkasa karena Hasilnya Lebih Maksimal Dibandingkan di Bumi
Munculnya pabrik yang melakukan produksi di luar angkasa terdengar seperti sesuatu yang berasal dari karangan fiksi ilmiah.

Stasiun Luar Angkasa Internasional atau the International Space Station (ISS) telah mempelopori hal itu. Banyak dari ilmuwan melakukan eksperimen di sana seperti pertumbuhan jaringan manusia, pembuatan semikonduktor yang lebih murni, dan pengembangan obat-obatan baru yang lebih tokcer.

Bahkan presiden Joe Biden baru-baru ini memberikan anggaran khusus sebesar USD5 juta dari anggaran tahun fiscal 2024, khusus untuk NASA.
Anggaran itu digunakan untuk mengejar penelitian terkait kanker di ISS. Karena inilah, banyak perusahaan yang menginginkan akses ke ISS untuk bisa melakukan produksinya.

Penyebab terbesar dari banyaknya perusahaan yang menginginkan akses ke ISS adalah karena pengkristalan protein, yang memiliki kualitas jauh di atas kualitas kristal protein di bumi.
Dilansir dari CNBC, Rabu (23/8), Varda Space Industry dari California, Amerika Serikat adalah salah satu perusahaan yang menawarkan tawaran bisnis ini.
Chip ini sangat berguna bagi industri seperti 5G dan kendaraan listrik, dan dibuat dengan penciptaan kristal yang sempurna di luar angkasa.
Sama seperti Varda, Space Forge berencana untuk memproduksi sebagian chip dari angkasa.
Kompetisi memperoleh akses ke ISS berjalan dengan ketat karena minat perusahaan yang berkembang pesat. Selain Varda dan Space Forge, beberapa startup luar angkasa lain juga melihat peluang untuk memenuhi permintaan pembuatan di luar angkasa.
