Tangisan Anak-anak ini Menggerakkan Hati Hacker untuk Meminta Maaf dan Menyesali Perbuatannya
Kisah ini terjadi di Toronto, Kanada. Hacker meminta maaf tak tega melihat anak-anak di Rumah Sakit menderita.

Pada 2022, gerombolan hacker ransomware bernama LockBit, mengumumkan memberikan dekriptor gratis kepada Rumah Sakit Anak SickKids di Toronto, Kanada. Pemberian gratis ini setelah salah satu afiliasinya melanggar aturan internal kelompok tersebut.
Rumah sakit tersebut, dikenal sebagai pusat pengajaran dan penelitian, melayani kebutuhan kesehatan anak-anak yang sakit. Serangan ransomware yang terjadi pada 18 Desember 2022 itu sempat memengaruhi beberapa sistem internal, jalur telepon, serta situs web rumah sakit.
Mengutip BleepingComputer, Jumat (17/1), gara-gara diretas, insiden tersebut menyebabkan keterlambatan dalam menerima hasil laboratorium dan pencitraan medis.
Akibatnya, waktu tunggu pasien menjadi lebih panjang, menghambat efisiensi layanan kesehatan yang diberikan oleh SickKids. Pada 29 Desember, pihak rumah sakit mengumumkan bahwa mereka telah memulihkan 50 persen sistem prioritas, termasuk sistem yang berkaitan dengan diagnosis dan perawatan pasien.
Permintaan Maaf LockBit dan Tindakan Lanjutan
Dua hari setelah pengumuman SickKids, LockBit menyampaikan permintaan maaf resmi atas serangan tersebut melalui saluran mereka.
Mereka juga memberikan dekriptor secara gratis untuk memulihkan data yang dienkripsi. Kelompok tersebut menyatakan bahwa salah satu mitra mereka telah melanggar aturan internal dengan menyerang lembaga medis.
"Kami meminta maaf secara resmi atas serangan terhadap SickKids dan memberikan dekriptor secara gratis. Mitra yang menyerang rumah sakit ini telah melanggar aturan kami, diblokir, dan dikeluarkan dari program afiliasi kami," ungkap LockBit dalam pernyataannya.
Dekriptor yang diberikan gratis oleh LockBit adalah untuk sistem Linux/VMware ESXi. Hal ini menunjukkan bahwa penyerang hanya berhasil mengenkripsi mesin virtual di jaringan rumah sakit.
Kebijakan Internal LockBit
LockBit adalah kelompok ransomware berbasis layanan (Ransomware-as-a-Service atau RaaS), di mana operator utama mengelola enkripsi dan situs web, sementara afiliasi melakukan pelanggaran keamanan, mencuri data, dan mengenkripsi perangkat korban. Sebagai bagian dari skema ini, operator LockBit mendapatkan sekitar 20 persen dari total pembayaran tebusan, sementara sisanya diberikan kepada afiliasi.
Namun, dalam kebijakan internalnya, LockBit melarang afiliasi menyerang lembaga medis di mana kerusakan data dapat mengakibatkan kematian, seperti pusat jantung, departemen bedah saraf, dan rumah sakit bersalin. Meskipun begitu, mencuri data dari lembaga medis tetap diizinkan sesuai kebijakan mereka.
“Tidak diperbolehkan mengenkripsi lembaga di mana kerusakan pada file dapat menyebabkan kematian, seperti pusat kardiologi, departemen bedah saraf, rumah sakit bersalin, dan institusi serupa yang melibatkan prosedur bedah menggunakan komputer,” demikian pernyataan kebijakan LockBit.
Riwayat LockBit Melanggar Kebijakan
Meskipun permintaan maaf dan langkah pemulihan ini mencerminkan tanggung jawab kelompok terhadap pelanggaran aturan, riwayat mereka menunjukkan ketidakkonsistenan dalam kebijakan tersebut.
Contohnya, pada serangan terhadap Center Hospitalier Sud Francilien (CHSF) di Prancis, LockBit meminta tebusan sebesar USD10 juta, meskipun serangan tersebut melanggar kebijakan mereka. Akibatnya, data pasien bocor, operasi medis tertunda, dan pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain.
Dalam kasus CHSF, LockBit tidak memberikan dekriptor gratis, bahkan setelah tekanan dari berbagai pihak. Ini menimbulkan pertanyaan tentang alasan mereka memberikan dekriptor kepada SickKids Toronto hanya setelah hampir dua minggu sejak serangan terjadi.
LockBit bukanlah kelompok ransomware pertama yang memberikan dekriptor gratis kepada lembaga kesehatan. Pada Mei 2021, kelompok Conti memberikan dekriptor gratis kepada layanan kesehatan nasional Irlandia, HSE, setelah menghadapi tekanan internasional.
Namun, tindakan seperti ini sering kali dianggap sebagai upaya membangun citra dan mengalihkan perhatian dari dampak negatif serangan mereka.