Mengunjungi Pulau Liki Papua, Air Lautnya Sangat Jernih Bisa Lihat Keindahan Bawah Laut dengan Mata Telanjang
Pulau terluar Indonesia ini memiliki keindahan alam yang tak terkira
Pulau-pulau terluar Indonesia terkenal dengan pemandangan indahnya, demikian halnya dengan Pulau Liki di Papua.
Pulau ini masih sangat asri. Perpaduan warna hijau pepohonan dengan birunya air laut dan pasir pantai yang putih pun menghiasi pulau ini.
-
Apa yang ditemukan di Papua yang viral di TikTok? Viral di TikTok Ditemukan di Papua Penemuan tank yang terpendam di dalam tanah ini diketahui berlokasi di Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Indonesia.
-
Apa yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Papua? Pak Kapolri beliau jam 5 sudah berada di Papua, dengan Panglima TNI. Jadi beliau tidak bisa hadir, karena beliau tidak bisa hadir tentunya kita tidak mengikutsertakan para pejabat lainnya. Sehingga murni kita adalah PP Polri pada acara hari ini ya.
-
Kenapa situasi baku tembak di Papua semakin memanas? Anggota Brimob dan TNI pun kerap terlibat baku tembak dengan para teroris di Papua yang semakin lama mulai berani menyerang TNI dan Polri yang berjaga di sana.
-
Kenapa papeda dihargai tinggi oleh masyarakat Papua? Karena sagu dan papeda dianggap sebagai makanan yang istimewa, masyarakat Papua saat itu menganggapnya sebagai penemuan yang spesial.
-
Apa yang ditemukan oleh para ilmuwan di Papua Nugini? Hasil penelitian menunjukkan, tengkorak manusia yang ditemukan di pantai utara Papua Nugini pada 1929 diperkirakan merupakan korban tsunami tertua di dunia.
-
Kodok baru apa yang ditemukan di Papua Barat? Spesies baru itu dikenali berbeda berdasarkan ukuran, warna, bentuk tubuh, dan garis-garis di tangannya.
Mengutip laman Kemenparekraf RI, Pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik ini terkenal dengan keindahan bawah lautnya yang sangat eksotis.
Tak hanya soal keindahan alamnya. Pulau Liki menarik dikunjungi karena masyarakatnya. Kendati sadar alamnya sangat kaya, mereka tidak mengeksploitasi alam.
Profil
Pulau Liki merupakan pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Pasifik dan berbatasan dengan negara Papua Nugini.
Pulau paling timur Indonesia ini secara administratif masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.
Pulau Liki berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik di utara dan masuk gugusan kepulauan Kumamba yang terdiri tiga pulau: Liki, Armo, dan Kosong. Pulau ini terletak di sebelah utara pulau Papua dengan koordinat 1° 34′ 26″ LS, 138° 42′ 57″ BT.
- Bikin Takjub, Begini Penampakan Pasir Pantai Terhalus di Dunia yang Terletak di Kepulauan Kei Maluku
- Menyusuri Desa Terluas di Pulau Jawa, Ini Sederet Keistimewaannya
- Mengunjungi Pulau Menjangan Kecil, Surga Bawah Laut di Kepulauan Karimunjawa
- Menjelajahi Sungai hingga Alam Liar di Pulau Dongeng Depok, Letaknya di Dalam Mal
Mengutip laman p2k.stekom.ac.id, luas Pulau Liki 1.318,54 hektare atau 13,18 kilometer persegi. Jumlah penduduknya hanya 271 jiwa dengan 66 kepala keluarga. Penduduk yang mendiami berasal dari suku besar Sobey.
Mengutip laman sahabatpedalaman.org, para penduduk menggunakan sistem RT (Rukun Tetangga) yang diatur berdasarkan suku pada nama marga, yaitu Teno, Kiman, Weirau, Esries, dan Morsau. Teno menjadi suku yang paling besar di pulau ini.
Daya Tarik
Daya tarik Pulau Liki ialah pasir pantainya yang putih bersih, dengan air laut jernih bergradasi.
Saking jernihnya, wisatawan bisa melihat biota laut dengan mata telanjang. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat gerombolan lumba-lumba yang kerap muncul pada pagi hingga siang hari.
Keindahan bawah lautnya yang tak terkira menjadikan Pulau Liki tempat yang cocok untuk diving atau snorkeling.
Masyarakat
Salah satu kunci di balik keindahan alam bawah laut Pulau Liki ialah masyarakatnya yang menerapkan kearifan lokal dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan sumber daya laut.
Menurut adat, masyarakat hanya diperbolehkan mengambil karang yang sudah mati untuk digunakan membangun rumah. Aturan adat ini membuat tak satu pun masyarakat berani merusak terumbu karang yang masih hidup. Mereka juga tidak menangkap ikan dengan cara ilegal dengan tujuan menjaga ekosistem ikan.
Masyarakat Pulau Liki juga memiliki kearifan lokal lain yang membuat kondisi laut terus terjaga, yaitu pemeliharaan hasil non-ikan yakni bia lola (Trochus niloticus).
Pola konservasi tradisional yang juga dikenal dengan nama Abonfan matilon. Kegiatan konservasi ini dilakukan dengan cara menutup wilayah laut dalam jangka waktu tertentu dari penangkapan bia lola. Dengan demikian, biota laut itu mempunyai kesempatan berkembang biak.
Penutupan serta pembukaan kembali area penangkapan bia lola melibatkan sebuah ritual adat. Panen bia lola sendiri biasanya digunakan untuk kepentingan bersama, misalnya pembangunan gereja serta fasilitas umum lainnya.