Konsumsi Protein Hewani Memiliki Peran Penting dalam Cegah Malnutrisi pada Anak Penderita Kanker
Dalam penanganan anak penderita kanker, pencegahan malnutrisi penting dilakukan dengan mengonsumsi protein hewani.
Dalam penanganan anak penderita kanker, pencegahan malnutrisi penting dilakukan dengan mengonsumsi protein hewani.
-
Mengapa anak dengan kanker membutuhkan nutrisi yang baik? Dr. Yoga menegaskan bahwa nutrisi yang baik sangat penting bagi anak-anak yang menjalani terapi kanker. Kekurangan nutrisi tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik mereka tetapi juga memperlambat proses penyembuhan dan rehabilitasi.
-
Bagaimana cara orang tua memastikan anak dengan kanker mendapatkan nutrisi yang cukup? Dalam menghadapi kondisi ini, dukungan dan pemahaman dari orang tua serta tenaga medis sangat krusial. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian khusus pada kebutuhan nutrisi, anak-anak dengan kanker dapat menjalani perawatan mereka dengan lebih baik dan meningkatkan peluang kesembuhan mereka.
-
Apa saja sumber protein hewani yang baik untuk anak? Selain daging, makanan laut, dan telur, susu segar yang telah dipasteurisasi dapat menjadi pilihan yang sangat baik sebagai sumber protein hewani untuk anak.
-
Apa yang bisa membuat anak dengan kanker susah makan? "Anak dengan kanker yang susah makan, bisa disebabkan karena sedang menjalani kemoterapi, atau karena memang ada zat-zat yang dikeluarkan oleh tumornya yang mempengaruhi nafsu makan, kita bisa melakukan bebrapa tips untuk membantu mereka," kata Yoga.
-
Kenapa makanan kucing harus mengandung protein hewani? Karena kucing adalah hewan karnivora, mereka membutuhkan sumber protein hewani.
-
Apa saja makanan yang bisa digunakan untuk mencegah kanker? Di antaranya wortel, tomat, alpukat hingga labu.
Konsumsi Protein Hewani Memiliki Peran Penting dalam Cegah Malnutrisi pada Anak Penderita Kanker
Dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan penyakit metabolik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Yoga Devaera Sp.A(K), menekankan pentingnya konsumsi protein hewani untuk anak-anak penderita kanker. Protein hewani berperan vital dalam mempertahankan massa otot dan mencegah malnutrisi pada anak-anak tersebut.
“Saat gizi anak masih baik, sebelum, setelah, dan saat menjalani kemoterapi maka gizinya harus dipertahankan, nggak boleh kurang, nggak boleh lebih. Kalau pola makan nggak seimbang, dia punya risiko akan kekurangan zat gizi mikro,” jelas Yoga.
Malnutrisi, baik berupa gizi buruk, stunting, maupun obesitas, dapat mengganggu proses terapi kanker dengan meningkatkan risiko efek samping dan kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral.
Anak penderita kanker seringkali mengalami kehilangan massa otot karena kanker dapat memecah otot tubuh mereka. Selain itu, tumor dalam tubuh mereka juga meningkatkan kebutuhan protein. Protein diperlukan untuk membentuk berbagai enzim dan antibodi yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
Yoga menjelaskan, “Protein yang masuk ke tubuh melalui makanan dipecah menjadi peptida dan asam amino. Jika protein melalui makanan kurang, tubuh akan mengambil protein dari otot dengan memecah otot.”
Yoga merekomendasikan protein hewani untuk anak yang sedang menjalani kemoterapi karena mengandung jumlah asam amino esensial yang lebih banyak dibandingkan dengan protein nabati.
Protein hewani juga memiliki kandungan anabolik tinggi yang mendukung pembentukan jaringan otot baru. Selain itu, protein hewani juga memberikan tambahan zat gizi mikro seperti mineral, zat besi, dan seng yang penting untuk mencegah malnutrisi.
Beberapa contoh sumber protein hewani yang direkomendasikan termasuk putih telur dan kuning telur, daging sapi utuh, dan ayam tanpa kulit. Misalnya, daging sapi utuh memiliki sekitar 26 gram protein per 100 gram, dan ayam tanpa kulit juga mengandung jumlah protein yang sama.
Yoga menekankan pentingnya menghindari daging olahan seperti sosis dan ayam olahan yang sering kali mengandung bahan kimia tambahan dan lebih sedikit protein. Sebaliknya, protein dari sumber alami lebih dianjurkan.
Jika diperlukan, suplemen protein juga dapat digunakan, namun disarankan untuk memilih suplemen dari sumber hewani atau whey isolate yang mengandung protein tinggi. Suplemen ini dapat membantu memastikan asupan protein yang cukup bagi anak-anak penderita kanker yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan protein melalui makanan sehari-hari.
Mengapa Protein Hewani Penting?
Protein hewani sangat penting karena mengandung asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk berbagai fungsi vital.
Protein ini membantu dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk otot, yang sangat penting bagi anak-anak penderita kanker yang sering mengalami degradasi otot akibat penyakit dan pengobatan. Selain itu, protein hewani berperan dalam pembentukan enzim dan hormon yang penting bagi proses metabolisme tubuh.
Dampak Malnutrisi pada Anak Penderita Kanker
Malnutrisi pada anak penderita kanker dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mereka. Anak yang malnutrisi berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi selama pengobatan kanker, termasuk kesulitan menentukan dosis obat yang tepat, peningkatan risiko infeksi, dan lambatnya pemulihan setelah terapi. Malnutrisi juga dapat memperburuk kualitas hidup anak dan menghambat perkembangan fisik dan mental mereka.
Orang tua dan pengasuh anak penderita kanker harus memastikan bahwa pola makan anak mencakup cukup protein hewani untuk mendukung kesehatan dan proses penyembuhan mereka. Dengan dukungan nutrisi yang tepat, anak-anak penderita kanker dapat menjalani terapi dengan lebih baik dan meningkatkan peluang kesembuhan mereka.