Media Israel Rilis Video Baru Saat-Saat Terakhir Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Duduk di Samping Senapan Kalashnikov
Video baru menunjukkan momen-momen akhir Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, dalam baku tembak dengan pasukan Israel di Rafah, Gaza pada 16 Oktober 2024.

Media Israel baru-baru ini merilis rekaman video yang belum pernah dilihat sebelumnya, yang menampilkan momen-momen terakhir mantan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar. Video tersebut diambil dari sudut pandang drone yang berbeda.
Dalam rekaman tersebut, Sinwar terlihat duduk dengan senapan Kalashnikov di sampingnya. Ia juga tampak terluka di lengan kanannya. Momen ini terjadi sesaat sebelum insiden yang banyak diberitakan, di mana ia melemparkan tongkat ke drone Israel sebelum akhirnya terbunuh.
Sinwar dianggap sebagai otak di balik serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. Kematiannya oleh Israel pada Oktober 2024 menimbulkan kontroversi, karena ia ditemukan di atas tanah, bukan di jaringan terowongan Hamas.
Hasil autopsi kemudian menunjukkan bahwa Sinwar tidak makan selama tiga hari sebelum kematiannya. Hal ini bertentangan dengan klaim Israel bahwa Hamas mencuri bantuan makanan untuk konsumsi pribadi.
Kematian SInwar bermula dari pertemuan tak terduga antara patroli Brigade Bislach, unit pelatihan Angkatan Darat Israel, dengan Sinwar dan beberapa militan Hamas di kawasan Tal as-Sultan, Rafah. Pihak Israel mengklaim patroli tersebut sedang melakukan pencarian rutin.
Baku tembak pun terjadi antara pasukan Israel dan militan Hamas. Tiga militan tewas, salah satunya Sinwar. Drone Israel digunakan untuk melacak pergerakan para militan, termasuk Sinwar yang berlindung di bangunan rusak. Rekaman video dari drone menunjukkan Sinwar yang terluka melemparkan sebuah benda, dilaporkan sebagai tongkat, ke arah drone sebelum bangunan tersebut dihancurkan oleh tembakan tank dan rudal. Jenazah Sinwar kemudian dibawa ke laboratorium di Israel untuk verifikasi identitas.
Reaksi Beragam Atas Kematian Sinwar
Kematian Yahya Sinwar telah memicu reaksi yang beragam di Timur Tengah. Pihak Israel melihat kematian Sinwar sebagai sebuah kemenangan strategis, yang dapat melemahkan Hamas dan membuka jalan bagi negosiasi pembebasan sandera. "Ini adalah pukulan besar bagi Hamas," kata seorang pejabat Israel kepada media.
Sebaliknya, pendukung Sinwar di Gaza dan wilayah lain memandangnya sebagai martir dan simbol perlawanan terhadap Israel. Kematiannya telah memicu demonstrasi dan kecaman terhadap tindakan Israel. Berbagai kelompok pro-Palestina mengecam keras tindakan Israel dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.