Deretan Jet Tempur Canggih Gigit Jari Batal Dibeli Indonesia Untuk TNI AU
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan akan membeli 42 jet tempur Rafale. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah menandatangani kontrak dengan Prancis.
Secara bertahap, pesawat tempur ini akan datang ke Indonesia. Dimulai dengan enam buah pesawat yang sudah disepakati.
Selain pembelian pesawat, terdapat juga penandatanganan nota kesepahaman antara Dassault Aviation dengan PT Dirgantara Indonesia, yang menyepakati pemeliharaan dan perbaikan pesawat tempur Prancis di Indonesia.
-
Siapa yang akan menerbangkan Rafale di TNI AU? Kasau Marsekal Fadjar Prasetyo menyebut enam penerbang TNI AU sudah diberangkatkan untuk berlatih dengan jet tempur Rafale di Prancis.
-
Kapan Rafale akan tiba di Indonesia? Pada 2026, kata dia, pemerintah RI juga akan kedatangan 42 unit pesawat tempur Rafale secara bertahap sekaligus merencanakan modernisasi radar.
-
Bagaimana Rafale akan memperkuat TNI AU? Rafale adalah jet tempur multi fungsi andalan AU dan AL Prancis.
-
Kenapa TNI AU beli MiG-15? Saat itu kekuatan udara dibutuhkan militer untuk melawan Belanda di Irian Barat.
-
Kenapa Prabowo membeli F-15EX? Pembelian pesawat ini untuk memperkuat TNI AU.
-
Apa nama pesawat yang dibajak? Kronologi Pembajakan Pesawat jenis Vicker Viscount bermesin empat dengan registrasi PK-MVM 'Merauke' ini akan menempuh perjalanan udara menuju Makassar, dilanjutkan ke Surabaya dan berakhir di Jakarta.
Rafale merupakan pesawat tempur segala peran (multirole atau Perancis menyebutkan sebagai omnirole) yang dioperasikan Prancis sejak 2004. Hingga 2018, Prancis mengoperasikan sedikitnya 132 unit Rafale untuk AU dan 48 unit untuk Angkatan Laut Prancis.
Pengganti F-5 Tiger
Pesawat Rafale ini akan digunakan oleh skadron-skadron TNI AU. Kementerian Pertahanan memang memfokuskan pengadaan pesawat tempur untuk menggantikan F-5 Tiger yang telah dipensiunkan dan hingga kini belum ada gantinya.
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Fadjar Prasetyo menuturkan, TNI AU telah mengirimkan enam penerbang untuk menjalani latihan mengawaki pesawat jet tempur generasi 4,5 Rafale buatan Dassault Aviation yang dibeli Indonesia dari Prancis.
"Sudah kami kirim enam penerbang dan delapan orang teknisi ke Prancis untuk menjalani latihan," kata Fadjar
Sebagai pelengkap, Indonesia juga kemungkinan akan membeli Mirage 2000. Pesawat ini sama-sama berasal dari Prancis. Bisa menjadi pesawat transisi bagi pilot-pilot TNI AU sebelum menerbangkan Rafale.
Sebelumnya sejumlah pabrikan pesawat tempur gencar melobi pemerintah Indonesia. Namun dengan pemilihan jet tempur ini, kini mereka harus gigit jari. Apa saja pesawat tempur yang batal dibeli oleh Indonesia?
F-16 Viper
Indonesia sempat menjajaki pembelian F-16 Viper. Tahun 2019 lalu, Kepala Staf TNI AU Marsekal Yuyu Sutisna menyebutkan armada F-16 Viper Block 72/72 akan memperkuat armada militer udara.
Pilot-pilot TNI AU memang sudah akrab dengan F-16. Tidak perlu lagi persiapan banyak untuk menggunakan salah satu varian tertinggi pesawat produksi Lockheed Martin ini.
Pabrikan F-16 pun sudah merayu Indonesia agar kembali menggunakan produk mereka. Dalam website Lockheed Martin mereka telah memasang foto F-16 Viper, lengkap dengan cat loreng biru khas TNI AU.
Pesawat itu merupakan generasi paling baru dan paling mutakhir untuk TNI AU. Mereka juga menyebut seri F-16V Blok 72 itu adalah yang paling canggih di dunia saat ini.
Namun pembelian F-16 Viper tak pernah terjadi.
Sukhoi SU-35
Pada tahun 2017, pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli Sukhoi SU-35 dari Rusia. Total Kemhan dan TNI berencana mendatangkan 11 jet tempur untuk menggantikan F-5.
"Dalam rapat terbatas, Presiden RI sudah memerintahkan agar pesawat tempur yang dibeli adalah Pesawat Sukhoi SU-35 yang siap tempur," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tahun 2017.
Mabes TNI mengatakan bahwa Pesawat Sukhoi SU-35 yang akan datang sudah sesuai dengan spek yang diajukan oleh Kasau, sudah siap tempur antara lain dilengkapi persenjataan Air to Air Missile, Air To Ground Missile, Bomb, Ground Suport Equipment, Simulator, Spare Part termasuk mesin cadangan.
Namun Sukhoi-35 batal mengangkasa di langit Nusantara. Tahun 2022 pembelian Sukhoi dibatalkan. Indonesia beralih pada Rafale dari Prancis.
SAAB Gripen
Salah satu pesawat yang sempat dilirik juga adalah SAAB Gripen.
Pabrikan jet tempur asal Swedia SAAB, memposting jet tempur Gripen buatannya dengan logo TNI AU. Ada empat desain yang dibuat. Mereka memang gencar melobi Indonesia untuk membeli jet tempur multiperan itu.
"Gripen untuk Indonesia. Kami telah membuat beberapa ide desain untuk Gripen dengan karakter Indonesia. Yang mana yang menjadi favorit Anda?" tulis SAAB di akun Facebooknya tahun 2019 lalu.
Gripen menggunakan yang dapat mendeteksi dan mengindentifikasi pesawat musuh dari jarak maksimum 120 kilometer.
Gripen dirancang sebagai senjata bertahan untuk melindungi dari serangan potensial. Gripen dirancang untuk digunakan pada landasan pacu pendek bahkan hanya 800 meter.
Harga pesawat multiperan ini ditaksir mencapai USD 69 juta atau setara dengan Rp 893 miliar. Selain Swedia, Jas 39 ini juga digunakan oleh Afrika Selatan, Thailand, Hungaria, Republik Ceko.
F-20 Tigershark
Di awal tahun 1980an, TNI AU menggunakan jet tempur F-5 Tiger buatan pabrikan Northrop Corp dari Amerika Serikat. Si harimau ini menggantikan F-86 Sabre dari Australia yang sudah usang.
Northrop saat itu tengah mengembangkan jet tempur baru yang lebih canggih yakni F-20 Tigershark. Sepintas bentuknya tak berbeda jauh dengan F-5 Tiger yang sudah familiar bagi para pilot TNI AU.
F-20 mempunyai keunggulan, biaya operasional murah dan perawatan yang mudah. Pesawat ini bisa disiapkan untuk lepas landas dengan waktu yang sangat singkat untuk kemudian memburu lawannya.
Si Hiu Macan dinilai cocok digunakan untuk negara berkembang dengan budget pertahanan yang terbatas. Indonesia pun awalnya tertarik untuk membeli.
Namun prototipe F-20 Tigershark beberapa kali mengalami kecelakaan. AS memilih F-16 masuk armadanya. Begitu juga Indonesia dan negara lainnya (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Pesawat tempur ini nyaris dibeli Indonesia untuk TNI AU. Batal di saat akhir. Kisahnya tragis.
Baca SelengkapnyaIndonesia memastikan membeli Rafale dan Mirage 2000-5
Baca SelengkapnyaJet tempur andalan Prancis itu singgah di Indonesia setelah menyelesaikan misi proyeksi kekuatan jarak jauh di zona Indo-Pasifik (Misi Pegase 2023).
Baca SelengkapnyaIndonesia diperkirakan harus menunggu 3-5 tahun ke depan untuk bisa memiliki pesawat buatan Prancis ini.
Baca SelengkapnyaPrabowo resmi melakukan kontrak ketiga jet tempur Rafale dari Prancis sebanyak 18 unit.
Baca SelengkapnyaF-15EX adalah versi jet tempur paling canggih dan hanya digunakan oleh lebih dari setengah lusin negara secara global.
Baca SelengkapnyaMenhan Prabowo Subianto membeli 24 unit F-15EX dari Amerika Serikat. Pesawat ini akan memperkuat TNI AU.
Baca SelengkapnyaKabar jatuhnya dua pesawat tempur andalan TNI AU yang dilengkapi teknologi canggih ini menggegerkan warga. Ini fakta di baliknya.
Baca SelengkapnyaF-15 dari AS dan Sukhoi serta MiG dari Rusia. Mana yang lebih baik dalam pertempuran?
Baca SelengkapnyaMenhan Prabowo memborong 24 unit pesawat tempur F-15EX dari Amerika Serikat. Lantas, apa saja keunggulan jet tempur buatan Boeing ini? Simak selengkapnya!
Baca SelengkapnyaKasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, mempersiapkan pilot-pilot khusus untuk menerbangkan pesawat jet tempur generasi 4,5 Rafale.
Baca SelengkapnyaUnit baru Falcon 8X itu menggantikan Falcon 7X dan Falcon 8X yang sebelumnya dipinjamkan Dassault untuk Indonesia.
Baca Selengkapnya