Gara-Gara Corona, 6 Perawat Rumah Sakit di Palembang Diusir Warga
Merdeka.com - Enam perawat di Rumah Sakit Siloam Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) diusir ketua RT dan warga karena mereka ketakutan tertular virus corona. Pengusiran para perawat ini terjadi pada hari Sabtu (18/4) sore di Kelurahan Sungai Pangeran, Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang.
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPN) Sumsel Subhan mengatakan, dia bersama pengurus DPW PPNI Sumsel menemui keenam perawat tersebut, yang sudah diinapkan di Mess rumah sakit.
Dari penuturan para perawat, sekitar pukul 14.00 WIB ibu kos menelepon mereka jika Ketua RT dan pihak kelurahan mengimbau agar mereka tidak keluar masuk indekos. Karena ada salah satu perawat yang tinggal di lokasi tersebut terjangkit Covid-19, dan sudah diisolasi sejak empat hari sebelumnya.
-
Siapa yang dipecat karena kasus viral? AKBP Achiruddin juga dipecat secara tidak hormat dari kepolisian karena ikut terlibat
-
Kenapa warga di Sukamulya merasa takut? Diungkap Maska, jika warga sekitar saat ini mengalami kondisi ketakutan karena topografi tanah di sana yang merupakan perbukitan. Mereka khawatir jika bukit yang ada di Kampung Tengah akan longsor.
-
Siapa yang dirawat di rumah sakit? Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, saat ini dirawat di rumah sakit akibat infeksi pernapasan.
-
Siapa yang diserang di rumah sakit? Serangan mematikan terhadap rumah sakit itu menewaskan empat orang termasuk seorang anak dan 32 orang lainnya luka-luka serta menghancurkan keseluruhan bangunan rumah sakit menyisakan puing-puing dan kemungkinan korban tertimpa runtuhan.
-
Kenapa petugas kebersihan marah? Woyyyyy.. kalo buang sampah liat-liat dong. Jangan buang sampah seenaknya. Hargai saya kalo lagi kerja!
-
Kenapa Covid Pirola dikhawatirkan? Varian baru virus corona bernama Pirola tengah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Varian BA.2.86, yang dijuluki 'Pirola', adalah varian baru Omicron yang bermutasi dan memicu lonjakan kasus baru. Pirola memiliki lebih dari 30 mutasi penting, menurut Scott Roberts, spesialis penyakit menular Yale Medicine dikutip dari Al-Jazeera.
"Sudah dijelaskan ke ibu kos kalau mereka tidak mungkin tidak keluar kos, karena masih harus bekerja. Perawat itu juga sudah menginfokan jika mereka negatif Covid-19, karena sudah melewati proses screening dan rapid test," ucapnya kepada Liputan6.com, Minggu (19/4).
Ibu kos akhirnya memahami dan akan menjelaskan ke pihak RT dan kelurahan di Palembang. Jika anak kos mereka tersebut, tidak terjangkit Corona Covid-19.
Sekitar pukul 17.00 WIB, para perawat yang sedang beristirahat di dalam kamar tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan para pria di depan rumah. Saat dilihat, mereka ternyata adalah Ketua RT dan warga setempat yang semuanya laki-laki.
"Kawan kamu ada yang positif di Siloam. Kamu tidak boleh keluar di sini, kalau keluar tidak boleh balik lagi ke sini. Seperti itu disampaikan Ketua RT setempat, dengan nada yang marah," ucapnya.
Para perawat tersebut berusaha menjelaskan ke para warga, jika mereka tidak terjangkit Covid-19. Namun Ketua RT dan para warga sekitar tidak menghiraukan. Para perawat itu pun langsung masuk ke dalam kamar kembali.
Keenam perawat perempuan tersebut akhirnya menghubungi pihak managemen rumah sakit dan menjelaskan kejadian yang mereka alami. Lalu dua orang perawat memesan taksi online dan pergi ke luar kos.
"Di luar kos ternyata masih ada Ketua RT dan para warga tersebut. Para warga pun bilang jika mereka ke luar rumah, tidak usah kembali lagi. Sekitar pukul 19.00 WIB, baru datang mobil RS Siloam Palembang yang menjemput empat orang perawat lainnya di kos," katanya.
Subhan pun menyayangkan tindakan intimidasi yang dilakukan warga tersebut. Padahal para perawat tersebut, sudah berjuang mati-matian untuk menyembuhkan pasien positif Corona Covid-19.
Diungkapkan Direktur Medik dan Pelayanan RS Siloam Palembang Anton Suwindro, setelah menerima laporan tersebut, pihak rumah sakit langsung menginapkan para perawat di RS Siloam Palembang untuk sementara waktu.
Dia berharap kepada warga Sumsel, agar bisa menghapus stigma negatif, terutama kepada petugas medis dari garda terdepan yang melayani pasien. "Beri perhatian dan dukungan lebih besar. Pemerintah bersama dinas lain agar bisa menyediakan tempat tinggal sementara, selama wabah ini berlangsung. Jadi mereka bisa menjalani hidup mereka seperti biasa," katanya.
Enam orang perawat perempuan yang diusir di kosnya, mengalami trauma yang cukup mendalam. Karena pengusiran yang dilakukan Ketua RT dan warga laki-laki di Kecamatan Ilir Timur I Palembang Sumsel.
"Kita sudah bertemu. Mereka mengalami trauma dan tidak mau kembali ke kos. Mereka ingi mencari tempat tinggal alternatif atau rumah kos baru," ucapnya.
Para perawat tersebut mau kembali ke rumah kosnya, jika masyarakat sudah memahami kondisi mereka. Karena mereka tidak terpapar Corona Covid-19, setelah menjalani screening dan rapid test.
Saat ini enam orang perawat tersebut, sudah diinapkan di mess rumah sakit untuk sementara waktu. Subhan menuturkan, para perawat tersebut kebingungan karena warga meminta mereka untuk mengisolasi mandiri.
"Ketika warga meminta para perawat mengisolasi mandiri, harusnya kepada orang yang punya keluarga. Karena mereka semua perantau dari Kalimantan, Sulawesi dan Jakarta. Ketika harus isolasi mandiri, caranya itu yang salah," ucapnya.
Dia pun menyayangkan tidak ada tim Gugus Covid-19 Palembang terutama pihak kecamatan, yang datang untuk mengedukasi Covid-19 ke warga.
Terlebih tidak ada tenaga medis yang berkompeten, untuk memberi pemahaman terhadap warga yang mengusir perawat tersebut.
"Harusnya tenaga medis mendapat dukungan dari masyarakat, tapi kami didiskriminasi. Takutnya kejadian ini akan mempengaruhi semangat teman-teman berjuang menghadapi Covid-19," ucapnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Saat dianiaya korban sempat menyelamatkan diri, meski sudah dalam kondisi terluka.
Baca SelengkapnyaJamia berharap permasalahan ini tidak terjadi di tempat lain
Baca SelengkapnyaKemenkes RI sudah mengirimkan vaksin Inavac ke Dinkes Sumsel.
Baca SelengkapnyaPerawat tersebut sempat menyelamatkan diri, meski sudah dalam kondisi terluka.
Baca SelengkapnyaSebanyak 331 pasien dari RSUD Sumedang, terdiri dari 248 pasien rawat inap dan 83 pasien IGD, dievakuasi ke halaman gedung dan lima tenda darurat.
Baca SelengkapnyaManajemen rumah sakit sedang mengevakuasi seluruh pasien rawat inap yang terdata sebanyak 102 orang.
Baca SelengkapnyaKepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar mengungkapkan jumlah petugas KPPS yang sakit jumlahnya terus bertambah.
Baca SelengkapnyaEnam anggota KPPS di Kabupaten Sinjai harus dirawat di rumah sakit setelah kelelahan melakukan rekapitulasi suara Pemilu 2024 yang berlangsung hingga dini hari.
Baca SelengkapnyaSaat kejadian, ada sejumlah pasien yang sedang berada di ruang operasi, bahkan ada yang sedang menjalani tindakan operasi.
Baca SelengkapnyaLima Petugas Pemilu di Depok Jatuh Sakit akibat Kelelahan
Baca SelengkapnyaSejumlah pasien akhirnya dipindahkan ke rumah sakit lain
Baca SelengkapnyaKebanyakan pasien berusia lanjut. Baik pria maupun wanita. Mereka sementara menempati area halaman depan.
Baca Selengkapnya