Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perjalanan Panjang Provinsi Sumatera Selatan hingga Memiliki UU Sendiri

Perjalanan Panjang Provinsi Sumatera Selatan hingga Memiliki UU Sendiri Jembatan Ampera di Palembang. ©2023 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru saja mengesahkan delapan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Provinsi menjadi UU, salah satunya UU Provinsi Sumatera Selatan. UU ini disambut baik banyak pihak dengan beragam harapan.

Pengamat hukum dari Universitas Muhammadiyah Palembang Martini mengaku belum membaca draf RUU Provinsi Sumsel yang baru saja disahkan menjadi UU. Namun, pihaknya masih punya waktu untuk menilai dan mengkritisi UU selama tiga tahun sosialisasi sebelum diberlakukan.

Secara umum, dia mengaku sudah pantas Sumsel memiliki UU sendiri. Sebab, selama ini provinsi itu sebagai daerah otonom mengacu dalam UU Nomor 25 Tahun 1959 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (PERPP) Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sumsel dan UU Darurat Nomor 16 Tahun 1955 tentang Perubahan PERPPU Nomor 3 Tahun 1950 sebagai UU.

Wilayahnya telah dikurangi dengan Provinsi Lampung berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1964 tentang Penetapan PERPPU Nomor 3 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Lampung dengan Mengubah UU Nomor 25 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sumsel menjadi UU, Provinsi Bengkulu berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

UU Provinsi tersebut mencakupi beberapa hal dalam sembilan pasal yang disertakan juga ketentuan umum, cakupan wilayah, ibu kota, pengakuan karakteristik khas provinsi, tradisi, ada, budaya dan ketentuan penutup. Tidak kalah pentingnya juga kondisi geografis daerah sehingga menjadi rujukan dalam pembangunan yang bertujuan kesejahteraan masyarakat.

Dia berharap, UU Provinsi Sumsel yang baru disahkan dapat menjadi kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) sebagai karakteristik Sumsel. Di provinsi itu memiliki banyak kekayaan hasil bumi yang berlimpah, mulai dari pertambangan dan perkebunan.

Pengelolaan SDA itu diharapkan berpedoman pada menjaga lingkungan sebagai fokus utama. Pemerintah harus mendorong pihak-pihak yang terlibat dalam sektor itu agar lebih peduli terhadap dampak lingkungan sekitar.

"Semisal perkebunan sawit, limbahnya jangan dibuang ke sungai yang dapat mengganggu taraf hidup orang banyak," kata dia.

Karena itu, Pemprov Sumsel dan DPRD Sumsel mesti cermat dalam membuat peraturan daerah (Perda) sebagai turunan UU provinsi.

"Ya tinggal provinsi buat Perda-nya, harus berkesesuaian dan muaranya untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Komisi II DPR, Komite I DPD dan Pemerintah Setuju 79 RUU Kabupaten/Kota Dibawa ke Paripurna
Komisi II DPR, Komite I DPD dan Pemerintah Setuju 79 RUU Kabupaten/Kota Dibawa ke Paripurna

Mendagri menegaskan, dengan disepakatinya RUU tersebut akan memberikan kepastian hukum kepada 79 daerah.

Baca Selengkapnya
Segera Disahkan, RUU DKJ Atur soal Gubernur Jakarta Dipilih Melalui Pilkada hingga Dewan Aglomerasi
Segera Disahkan, RUU DKJ Atur soal Gubernur Jakarta Dipilih Melalui Pilkada hingga Dewan Aglomerasi

Terdapat tujuh poin dibahas dan disepakati DPR terkait RUU Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Baca Selengkapnya
Sahkan 225 RUU jadi Undang Undang, Puan Banggakan Kinerja Anggota DPR 2019-2024
Sahkan 225 RUU jadi Undang Undang, Puan Banggakan Kinerja Anggota DPR 2019-2024

Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut DPR RI Periode 2019-2024 telah mengesahkan 225 RUU menjadi undang-undang.

Baca Selengkapnya
DPR RI dan Pemerintah Sepakati RUU DKJ Disahkan di Paripurna
DPR RI dan Pemerintah Sepakati RUU DKJ Disahkan di Paripurna

DPR RI dan pemerintah menyepakati Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) dibawa ke Rapat Paripurna untuk disahkan.

Baca Selengkapnya
Rapat Paripurna Resmi Sahkan Revisi UU Desa sebagai RUU Inisiatif DPR
Rapat Paripurna Resmi Sahkan Revisi UU Desa sebagai RUU Inisiatif DPR

Dua isu penting dalam RUU Desa adalah masa jabatan kepala desa dari 6 tahun jadi 9 tahun untuk dua periode.

Baca Selengkapnya
DPR Sahkan RRU Desa, Masa Jabatan Kades Jadi 8 Tahun dan Maksimal 2 Periode
DPR Sahkan RRU Desa, Masa Jabatan Kades Jadi 8 Tahun dan Maksimal 2 Periode

Mulanya, Kepala Baleg Supratman Andi Agtas menyampaikan laporan terkait pembahasan RUU Desa.

Baca Selengkapnya
RUU Wantimpres Disahkan jadi Inisiatif DPR
RUU Wantimpres Disahkan jadi Inisiatif DPR

DPR menyetujui RUU Dewan Pertimbangan Presiden menjadi RUU inisiatif DPR.

Baca Selengkapnya
Revisi UU Kementerian Negara, Keimigrasian, TNI dan Polri Jadi Inisiatif DPR
Revisi UU Kementerian Negara, Keimigrasian, TNI dan Polri Jadi Inisiatif DPR

Sembilan fraksi telah menyampaikan pendapatnya masing-masing atas keempat RUU.

Baca Selengkapnya
Jokowi Tunggu Surat DPR Sebelum Tunjuk Utusan Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Jokowi Tunggu Surat DPR Sebelum Tunjuk Utusan Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta

Presiden Jokowi akan menunjuk sejumlah menteri untuk menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU DKJ setelah mendapat surat dari DPR.

Baca Selengkapnya
Puan Sebut DPR bersama Pemerintah Berhasil Selesaikan 63 RUU
Puan Sebut DPR bersama Pemerintah Berhasil Selesaikan 63 RUU

Puan memaparkan, DPR bersama Pemerintah dalam masa sidang 2023-2024 telah berhasil menyelesaikan 63 judul Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi Undang-Undang.

Baca Selengkapnya
Puan Sebut Peluang RUU Wantimpres Disahkan Jadi UU Sebelum Masa Jabatan Presiden Jokowi Berakhir
Puan Sebut Peluang RUU Wantimpres Disahkan Jadi UU Sebelum Masa Jabatan Presiden Jokowi Berakhir

Rapat Paripurna DPR menyepakati RUU Dewan Pertimbangan Presiden menjadi RUU Inisiatif DPR.

Baca Selengkapnya
DPR Belum Terima Surpres RUU Kementerian hingga RUU TNI
DPR Belum Terima Surpres RUU Kementerian hingga RUU TNI

Sembilan fraksi telah menyampaikan pendapatnya masing-masing atas keempat RUU.

Baca Selengkapnya