Dikenal Kokoh dan Tahan Gempa, Ini Keunikan Rumah Adat Batak yang Penuh Filosofi
Rumah adat Batak ini menunjukkan bagaimana kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

Suku Batak dikenal memiliki adat istiadat yang kental akan filosofi.

Dikenal Kokoh dan Tahan Gempa, Ini Keunikan Rumah Adat Batak yang Penuh Filosofi
Mengenal Suku Batak
Indonesia memiliki suku, adat, ras, dan budaya yang beragam. Tak heran jika keberagaman tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenal identitas dari masing-masing daerah. Suku Batak adalah salah satu etnik terbesar yang ada di Indonesia. Suku Batak berada di Pulau Sumatra Utara. Suku Batak dikenal memiliki adat istiadat yang kental akan filosofi. Tidak hanya itu, bangunan adat yang kokoh dan tahan gempa juga menjadi salah satu hal yang unik.
Sejarah Rumah Bolon
Rumah adat Batak yang dikenal sebagai Rumah Bolon ini menjadi salah satu ciri khas dari budaya Batak Toba. Mengutip Jurnal Bahasa, Sastra, dan Ilmu Budaya berjudul “Ragam Keunikan dan Pesan Tersimpan Dalam Sejarah Rumah Adat Batak Toba” karya Irene Putri Simamora, rumah adat Batak ini menunjukkan bagaimana kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Rumah adat Batak dibangun pada 1864 oleh Raja Tuan Rahalim yang merupakan raja berjaya dan memiliki kekuasaan pada abad ke- 19.
Rumah adat Batak merupakan istana yang ditempati oleh para raja yang memiliki kekuasaan penuh. Pada sekitar tahun 1947, kekuasaan Kerajaan Batak berakhir. Semenjak itu, rumah ini sudah dapat ditempati oleh kalangan masyarakat biasa. (Foto: Instagram @andrenapit)


Keunikan Rumah Bolon
Rumah adat Batak adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Rumah ini dijuluki rumah anti gempa karena bangunannya yang sangat kokoh. (Foto: Instagram @thapanz)
Bangunan ini memiliki bentuk persegi panjang dengan 18 tiang penyangga, dan masing-masing tiangnya memiliki ukuran sekitar 1, 75 meter. Dengan adanya hal ini, penghuni rumah ataupun tamu yang datang harus menaiki tangga terlebih dahulu untuk dapat masuk ke dalam Rumah Bolon.
Keunikan yang dapat dilihat dari Rumah Bolon, yaitu atap rumah yang berbentuk seperti kuda. Atap rumah itu terbuat dari bahan alami yang dinamakan dengan Daun Rumbia. Bagian atap merupakan bangunan tertinggi, sehingga masyarakat menyebutnya dengan tempat suci. Karena dianggap sebagai tempat suci, maka masyarakat biasa menyimpan barang berharganya di tempat tersebut.
Selain itu, Rumah Bolon memiliki berbagai ukiran unik seperti gorga berbentuk cicak, kerbau, dan ular. Rumah adat ini tidak dikenal dengan bangunan yang unik saja, tetapi memiliki pesan ataupun filosofi. (Foto: Pixabay)
Filosofi Rumah Bolon
Mengutip Jurnal Bahasa, Sastra, dan Ilmu Budaya berjudul “Ragam Keunikan dan Pesan Tersimpan Dalam Sejarah Rumah Adat Batak Toba” karya Irene Putri Simamora, dikatakan bahwa filosofi keberadaan rumah adat mejadi salah satu bukti pergaulan yang erat antar individu. Dari segi bangunannya memiliki makna yang mendalam. Berikut filosofinya: • Dalam Rumah Bolon tidak memiliki kamar, sehingga penghuni rumah akan tidur bersama dan menciptakan sebuah makna yaitu kebersamaan.
• Tiang penyangga yang kokoh memiliki makna sifat kuat dan juga gotong-royong. • Atap rumah yang disebutnya tempat suci merupakan sebuah doa bagi masyarakat agar mandapatkan keberhasilan. • Panggung rumah adat digunakan untuk menyimpan hasil pertanian padi yang memiliki arti agar masyarakat diberikan kelancaran untuk setiap hal. • Rumah Bolon memiliki ukiran dengan filosofi tersendiri.Berikut beberapa ukiran yang ada di Rumah Bolon:
1. Gorga cicak merupakan ukiran berbentuk cicak. Ukiran itu melambangkan masyarakat bertahan hidup. 2. Gorga kerbau memiliki makna sebagai bentuk ucapan terima kasih. 3. Gorga ular melambangkan rezeki karena orang Batak percaya bahwa ular simbol pembawa rezeki.