Teleskop ini Temukan Planet Mirip Venus Jaraknya 48 Tahun Cahaya dari Bumi, Menyimpan Banyak Air
Planet itu dinamakan GJ 1214 b dan terletak sekitar 48 tahun cahaya dari Bumi, yang berada di dalam konstelasi Ophiuchus.

Para astronom terus melakukan penelitian di luar angkasa dengan berbagai tujuan. Salah satu tujuan utama adalah untuk mencari tahu apakah manusia bisa tinggal di planet lain.
Selama lebih dari tiga dekade terakhir, ilmuwan telah berhasil menemukan lebih dari 5.000 planet di luar tata surya kita. Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai alam semesta serta kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.
Salah satu penemuan yang menarik perhatian adalah planet ekstrasurya yang telah diamati oleh Teleskop James Webb. Planet ini menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan dengan planet-planet dalam tata surya ini.
Dikutip dari laman SciTechDaily, Kamis (23/01), teleskop tersebut berhasil menganalisis atmosfer planet baru ini. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang cara pembentukan planet dan sifat-sifatnya.
Planet tersebut dinamakan GJ 1214 b dan terletak sejauh 48 tahun cahaya dari Bumi, di rasi bintang Ophiuchus. Penelitian menunjukkan bahwa atmosfer GJ 1214 b sebagian besar terdiri dari karbon dioksida (CO), yang mirip dengan atmosfer Venus.
GJ 1214 b dikategorikan sebagai planet sub-Neptunus, memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan Neptunus tetapi lebih besar dari Bumi. Dengan diameter sekitar 2,7 kali lipat dari Bumi dan massa lebih dari tujuh kali lipat, planet ini menjadi objek penelitian penting untuk memahami evolusi atmosfer planet.
Terdapat Banyak Air
Para peneliti berpendapat bahwa atmosfer karbon dioksida yang sangat tebal ini terbentuk akibat adanya air dalam bentuk es yang pernah melimpah di planet tersebut. Namun, karena posisinya yang dekat dengan bintang induknya, suhu yang tinggi menyebabkan air tersebut menguap, sehingga meninggalkan atmosfer yang kaya akan karbon.
Untuk menganalisis komposisi atmosfernya, Teleskop James Webb menerapkan metode spektroskopi transmisi, yang mengamati cahaya bintang yang melewati atmosfer planet. Hasil awal dari penelitian ini menunjukkan adanya lapisan kabut atau awan tebal di atmosfer, yang membuat planet ini sangat reflektif.
Diperkirakan bahwa suhu permukaan GJ 1214 b mencapai 230 derajat Celsius. Dengan kondisi yang ekstrem ini, kemungkinan adanya kehidupan seperti di Bumi sangat kecil, tetapi penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai keragaman jenis planet yang ada di alam semesta.
Penemuan GJ 1214 b juga memperluas cakrawala pemahaman kita tentang berbagai jenis atmosfer planet di luar Tata Surya. Sebelumnya, mayoritas planet ekstrasurya yang ditemukan adalah gas raksasa seperti Jupiter atau planet berbatu kecil seperti Bumi.
Studi mengenai planet sub-Neptunus ini memperkaya wawasan kita mengenai variasi sistem planet. Teleskop James Webb memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan astronomi modern. Teknologi inframerah yang dimilikinya memungkinkan pengamatan terhadap cahaya dari objek yang jauh dan redup, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh teleskop seperti Hubble.