Bagian Teka-Teki Evolusi yang Hilang Ditemukan dalam Batuan Berusia 130 Juta Tahun
Peneliti menemukan fosil-fosil ikan laut dalam yang usinya mencapai 130 juta tahun lalu
Baru-baru ini ilmuwan menemukan bagian dari teka-teki evolusi di bebatuan berusia 130 juta tahun.
Bagian Teka-Teki Evolusi yang Hilang Ditemukan dalam Batuan Berusia 130 Juta Tahun
Andrea Baucon, seorang peneliti di Universitas Genova (Italia) yang memimpin studi ini berhasil menemukan fosil-fosil ikan laut dalam di daerah NW Apennines, dekat Piacenza, Modena, dan Livorno (Italia).
"Pertama kali saya menemukan fosil-fosil ini, saya tidak bisa percaya dengan apa yang saya lihat," ujarnya.
Keheranannya disebabkan oleh usia fosil yang sangat tua, yang jauh mendahului bukti ikan laut dalam yang lain hingga jutaan tahun. Fosil-fosil yang baru ditemukan ini berasal dari periode Kapur Awal (130 juta tahun yang lalu).
"Fosil-fosil baru ini menunjukkan aktivitas ikan di dasar laut zaman dinosaurus yang berada ribuan meter di bawah permukaan laut," tambah Andrea Baucon.
-
Kenapa fosil penting bagi ilmuwan? Fosil membantu manusia untuk mengidentifikasi makhluk hidup yang pernah hidup pada masa lalu. Hal tersebut tentu berguna sebagai bukti dan data sejarah dari masa lampau untuk keperluan pencatatan dan dokumentasi untuk masa depan.
-
Apa sebenarnya pengertian dari fosil? Fosil adalah sisa atau jejak organisme hidup, termasuk tumbuhan dan hewan, yang telah mati dan tertimbun dalam endapan sedimen di dalam tanah atau batuan.
-
Mengapa mempelajari fosil hiu penting untuk memahami evolusi hiu saat ini? “Mempelajari fosil hiu sangat penting untuk memahami sepenuhnya fenomena evolusi yang terkait dengan kelompok hiu saat ini,” kata rekan penulis studi tersebut, Dr Manuel Amadori, peneliti pascadoktoral di departemen paleontologi di Universitas Wina.
-
Mengapa temuan fosil nyamuk jantan ini mengejutkan para ilmuwan? Fosil nyamuk ini mengejutkan ilmuwan karena mempertanyakan teori evolusi penghisap darah pada serangga.
-
Mengapa fosil bintang rapuh ini penting bagi ilmuwan? Fosil berusia 155 juta tahun ini ditemukan dalam kondisi yang sangat baik sehingga detail duri berbentuk kait yang ada di lengan bintang rapuh dapat terlihat dengan jelas. Fosil Ophiactis Hex membuktikan bahwa fragmentasi klonal pada echinodermata berbentuk bintang memiliki akar evolusi yang dalam.
-
Kenapa penemuan fosil spons ini penting bagi ilmuwan? Menemukan fosil spons yang berasal dari sekitar 900 juta tahun yang lalu akan secara signifikan meningkatkan pemahaman kita tentang evolusi hewan pada masa awal.
Fosil yang baru ditemukan ini langka dan tidak biasa. Mereka terdiri dari penggalian berbentuk mangkuk yang dihasilkan oleh ikan purba dalam mencari makanan, serta jejak berkelok-kelok yang dihasilkan oleh ekor ikan yang berenang, menggores lantai dasar laut yang berlumpur.
Fosil jejak ini mungkin tidak mencakup tulang ikan, tetapi mencatat perilaku kuno. Fosil Apennines ini menandai titik penting dalam sejarah, memberikan bukti tertua tentang keberadaan ikan laut dalam.
Padahal, vertebrata adalah elemen dominan di ekosistem laut dalam kontemporer, tetapi belum pernah ada bukti fosil tentang ikan laut dalam yang lebih tua dari 50 juta tahun. Penemuan ini menunda waktu kolonisasi laut dalam sebanyak 80 juta tahun.
Ribuan meter di bawah permukaan Samudra Tethys--samudera kuno yang ada antara 250 hingga 50 juta tahun yang lalu dan merupakan pendahulu Laut Mediterania saat ini--hiduplah ikan laut dalam paling awal menghadapi kondisi lingkungan yang sangat ekstrim dibandingkan dengan asal mereka di perairan dangkal.
Di kedalaman itu hanya ada kegelapan total, suhu mendekati titik beku, dan tekanan besar menjadi tantangan bagi kelangsungan hidup para pionir lautan.
Kondisi yang sangat ekstrem ini memerlukan adaptasi bagi kehidupan laut dalam yang merupakan inovasi evolusioner yang sama pentingnya dengan yang memungkinkan kolonisasi daratan dan udara, seperti sayap dan anggota tubuh.
Fosil-fosil yang baru ditemukan ini bukan hanya merupakan ikan laut dalam tertua tetapi juga vertebrata laut dalam tertua.
- Jejak Kaki Burung Berusia 210 Juta Tahun Ditemukan, Bukti Evolusi dari Dinosaurus Terjadi Lebih Awal
- Ilmuwan Temukan Fosil Bintang Laut Berusia 410 Juta Tahun, Lengannya Mirip Cambuk
- Siku dan Bahu Manusia Hasil Evolusi dari Primata yang Hidup di Pohon, Berfungsi sebagai 'Rem'
- Rambut Keriting Diyakini Ilmuwan Jadi Cikal Bakal Evolusi Otak Manusia
"Fosil-fosil baru ini memberikan cahaya pada bab yang sejauh ini gelap dalam sejarah kehidupan di Bumi," komentar Carlos Neto de Carvalho, seorang peneliti di Instituto Dom Luiz, Fakultas Sains Universitas Lisbon, Portugal.
Penemuan fosil ini adalah langkah penting dalam pemahaman kita tentang sejarah laut dalam dan evolusi vertebrata di dalamnya.
Sumber: Scitechdaily
Sebagai saksi perubahan habitat yang kritis, fosil-fosil Apennines mengungkapkan asal mula kehidupan laut dalam modern dan memberikan implikasi mendalam bagi ilmu pengetahuan tentang Bumi dan kehidupan.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.