Perlu Diwaspadai, Kenali Bahaya Kafein bagi Remaja
Konsumsi kafein bagi remaja dan anak harusnya tidak dianggap sepele.
Kandungan kafein sangat mudah ditemui pada minuman kita sehari-hari mulai dari kopi, teh, minuman berenergi, hingga minuman bersoda. Konsumsi kafein sendiri bisa berdampak positif atau negatif pada diri seseorang.
Perlu Diwaspadai, Kenali Bahaya Kafein bagi Remaja
Kafein sendiri merupakan stimulan yang merangsang sistem saraf pusat sehingga membuat orang yang mengonsumsinya lebih waspada. Banyak orang merasa kafein memberi mereka dorongan energi sementara dan bahkan dapat memperbaiki mood.
Dilansir dari Verywell Health, sebanyak 80 pesen orang di seluruh dunia mengonsumsi produk berkafein setiap hari. Jumlah ini termasuk sekitar 73 persen anak-anak.
Masa remaja merupakan masa perkembangan otak yang penting. Pada masa remaja, otak memiliki banyak koneksi saraf dan akan terus berkembang hingga pertengahan usia dua puluhan. Konsumsi kafein sejak usia dini dapat menghambat perkembangan otak.
-
Kapan anak-anak boleh minum kopi? Bagi anak yang memasuki usia remaja antara 12 hingga 18 tahun, jumlah asupan kafein tidak boleh melebihi 100 mg per hari atau sekitar satu cangkir kecil.
-
Kenapa teh bisa berbahaya bagi anak? Teh juga mengandung tannin yang bisa menghalangi penyerapan zat besi dari sumber non-daging. Zat besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan di masa anak-anak untuk perkembangan, terutama perkembangan otak.
-
Bagaimana pengaruh kafein pada bayi? Bayi tidak dapat mencerna kafein sebaik orang dewasa, sehingga terlalu banyak kafein dalam ASI dapat menyebabkan bayi sulit tidur, menjadi mudah marah, dan rewel.
-
Bagaimana kafein bisa meredakan sakit kepala? Kafein memiliki sifat vasokonstriktif, yang berarti dapat menyempitkan pembuluh darah, membatasi aliran darah, dan dengan demikian meredakan rasa sakit.
-
Kenapa remaja banyak minum kopi? Konsumsi kafein sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja.
-
Kapan konsumsi kopi menjadi berbahaya untuk kesuburan pria? Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal "Nutrition Journal" menemukan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat mengurangi jumlah sperma dan motilitasnya, serta meningkatkan risiko kerusakan DNA pada sperma. Efek ini terlihat lebih signifikan pada pria yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein per hari, setara dengan sekitar tiga cangkir kopi .
Munculnya Gangguan Tidur
Kafein dapat mengganggu tidur remaja, menyebabkan kurang tidur, yang dapat mempengaruhi pendidikan, kesehatan mental, dan kesehatan fisik mereka.
Kerapuhan Tulang
Kafein dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium dan menyebabkan kerapuhan tulang dari waktu ke waktu.
Masalah Jantung
Kafein dapat memperburuk masalah kesehatan yang mendasari, seperti masalah jantung, dan dapat berinteraksi dengan obat-obatan atau suplemen tertentu.
Mengurangi Asupan Kafein pada Remaja
Membiasakan konsumsi makanan sehat dan membatasi asupan kafein bisa dilakukan pada anak sejak masih dini.
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
Perhatikan Menyimpan Minuman
Jangan menyimpan minuman berkafein dalam lemari es. Jangan membeli kopi, teh, minuman energi, dan minuman lainnya yang mengandung banyak kafein. Cobalah untuk membuat keluarga Anda minum lebih banyak air putih.
Ajari untuk Membatasi
Banyak minuman berkafein mengandung banyak gula, yang dapat menyebabkan obesitas dan kerusakan gigi. Membatasi asupan kafein bisa lebih baik untuk kesehatan remaja Anda secara keseluruhan. Pastikan anak Anda tahu bahwa minuman energi dan teh manis tidak baik untuk mereka. Beri tahu remaja Anda bahwa terlalu banyak kafein dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Beri Teladan
Contoh dari orangtua untuk mengurangi konsumsi kafein bisa jadi cara paling tepat untuk menghindari kebiasaan buruk ini. Membatasi konsumsi remaja namun orangtua tetap mengonsumsi kafein bisa membuat sulit untuk melarang hal ini.
Batasi Asupan Kafein pada Sore dan Malam Hari
Konsumsi kafein banyak dilakukan di sore atau siang hari terlutama pada saat udara panas. Membatasi konsumsi di sore dan malam hari juga penting agar anak tidak mengalami dampak ini.
Jika anak Anda secara rutin mengonsumsi lebih banyak kafein dari yang seharusnya, bantu mereka menguranginya. Perhatikan bahwa mereka mungkin mengalami beberapa gejala yang tidak menyenangkan jika mereka tiba-tiba berhenti mengonsumsi kafein sepenuhnya.