5 Perempuan Cantik paling Sadis dalam Sejarah
Merdeka.com - Perempuan-perempuan ini memang memiliki wajah yang rupawan. Sayang kepribadian mereka bertolak belakang dengan kecantikan lahiriah. Mereka justru lebih dikenal sebagai pembunuh paling sadis yang pernah tercatat dalam sejarah.
Mereka bertanggungjawab atas kematian banyak orang. Bahkan ada yang korbannya mencapai ratusan. Lebih buruk lagi, mereka membuat para korban meregang nyawa dengan tangan sendiri.
Siapa saja para 'iblis' cantik tersebut? Berikut ini lima pembunuh berantai cantik yang dirangkum dari situs Listverse and Wonderslist.
-
Siapa yang dibunuh secara sadis? Hasil analisis menunjukkan, kedua mumi laki-laki ini mengalami kematian di tempat akibat tindakan kekerasan yang disengaja.
-
Siapa yang membunuh korban? Jasad wanita berinisial R (34) ditemukan di Dermaga Ujung Pulau Pari dengan kondisi sudah membusuk pada 13 April 2024. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pelaku berinisial N yang diketahui memesan layanan Open BO dari R melalui aplikasi WeChat.
-
Siapa korban pembunuhan? Pelaku ditangkap oleh tim gabungan Resmob Polrestabes Semarang dan Jatanras Polda Jateng di hari yang sama dengan kejadian yaitu Senin (24/7). “Jadi kejadian jam 03.00 wib. Pelaku kami tangkap dalam pelariannya di Solo Jateng pukul 06.00 Wib.“
-
Siapa pelaku pembunuhan itu? 'Diduga korban ditusuk ketika dalam keadaan sedang tidur. Ini masih kita dalami,' ujar dia kepada wartawan, Sabtu (30/11).Gogo menjelaskan, terduga pelaku awalnya menikam ayahnya.
-
Mengapa perempuan zaman batu dibunuh? Arkeolog mengatakan pembunuhan tersebut mungkin merupakan bagian dari ritual yang percaya pengorbanan manusia akan menjamin panen yang baik dan ketahanan pangan.
-
Siapa wanita tersebut? Wanita tersebut, berpostur sekitar 155 sentimeter diperkirakan hidup bersama suaminya pada abad ke-9.
Elizabeth Bathory
Countess Elizabeth Bathory de Ecsed adalah seorang bangsawan asal Hungaria. Perhatikan lukisan sang countess. Dia tampak mempesona dengan wajah aristokratnya. Namun di balik kecantikannya tersembunyi kekejaman.Elizabeth Bathory dijuluki 'blood countess' dan pembunuh wanita paling kejam dalam sejarah oleh Guinness World of Records. Dalam periode antara tahun 1585 hingga 1610, Bathory telah menyiksa dan membunuh ratusan gadis yang bekerja di kastilnya.Sebanyak 300 saksi mengaku pernah mengalami siksaan sang countess. sementara ratusan korban lainnya diyakini tak selamat. Konon sang countess gemar memukuli, membakar, menggigit, dan memutilasi korbannya.Kekejaman Bathory terekspos di mata kerajaan setelah serangkaian laporan dari keluarga korban yang hilang dan berhasil selamat. Penyelidikan oleh petugas kerajaan berhasil menemukan kuburan para korban Bathory di tanah miliknya yang tersebar di berbagai daerah.Sang countess dituntut lewat proses peradilan. Namun ia tak berhasil diseret ke balik tiang gantungan karena pengaruh yang dimiliki keluarganya. Kemudian Bathory dikurung atas inisiatif keluarganya sendiri hingga akhir hayatnya.
Irma Grese
Irma Ida Ilse Grese merupakan salah satu opsir Nazi yang paling ganas. Dengan julukan 'hyena Auschwitz', Grese menjadi teror terburuk yang bisa dibayangkan para tawanan wanita di kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau.Perempuan yang didakwa bersalah atas kejahatan kemanusiaan terhadap tawanan Nazi ini dikenal sebagai perempuan jelita yang memiliki watak sadis. Ia gemar menyiksa para tahanan yang lemah dan berwajah lebih cantik darinya dengan berbagai alat sebelum mengirim mereka ke kamar gas.Setelah Nazi kalah dalam Perang Dunia II, Grese dan sejumlah opsir Nazi yang bertugas di kamp-kamp konsentrasi dijerat hukum. Kebanyakan terdakwa hanya dihukum penjara. Namun Grese yang bertanggungjawab atas begitu banyak kematian divonis mati.Pada usia 22 tahun, Irma Grese pun harus meregang nyawa di tiang gantungan.
Catalina de los Rios y Lisperguer
Wanita bangsawan yang hidup di Chile pada abad 17 ini memiliki julukan La Quintrala karena kecantikan dan rambutnya yang semerah warna bunga quitral.Selain kecantikannya, Catalina juga dikenal karena kekejamannya. Pada masa kolonial, wanita ini telah melakukan puluhan pembunuhan. Korbannya adalah warga kecil yang menyewa tanah keluarga Catalina. Kabarnya wanita ini juga suka menggorok para budak yang bekerja untuknya. Bahkan Don Gonzalo de los Rios, ayahnya sendiri juga dibunuh dengan racun yang dimasukkan ke dalam makanan.Kejahatan Catalina pun tercium pemerintah kolonial. Sang bangsawan jelita diperiksa atas 40 kasus pembunuhan, meskipun jumlah korban Catalina jauh lebih banyak. Namun sama seperti kasus Elizabeth Bathory, Catalina berhasil lolos dari jerat hukum karena koneksi keluarganya.Catalina mengasingkan diri di salah satu properti milik keluarganya dan meninggal secara wajar di usia 60 tahun.
Vera Renczi
Vera Renczi adalah perempuan cantik yang berasal dari salah satu keluarga kaya di Romania pada awal abad 20. Perempuan ini sudah terlibat dengan banyak pria sejak usia 15 tahun. Dan kebanyakan pria yang berurusan dengannya kehilangan nyawa.Renczi yang dikenal sebagai wanita posesif dan pencemburu menghabisi para kekasihnya dengan racun arsenik. Kedua suami dan anak kandungnya sendiri pun dibunuh karena Renczi takut kehilangan cinta mereka kepadanya.Kejahatan Renczi terbongkar setelah 32 peti berisi mayat korbannya yang disembunyikan dalam gudang anggur berhasil ditemukan.Renczi mengakui semua kejahatannya di pengadilan dan divonis penjara seumur hidup.
Kristen Gilbert
Kristen Heather Gilbert merupakan salah satu pembunuh berantai wanita yang paling dikenal di Amerika Serikat. Gilbert menghabisi nyawa sejumlah pasien yang ia rawat di Veterans Affairs Medical Center (VAMC) in Northampton, Massachusetts dengan injeksi epinephrine.Ada empat orang pasien yang kematiannya bisa dikaitkan dengan Gilbert. Selain pembunuhan, Gilbert juga bertanggungjawab atas sejumlah tindak malapraktik di rumah sakit tempatnya bertugas.Kristen Gilbert kemudian dihukum penjara seumur hidup. Ia sempat berniat mengajukan banding. Namun niatan ini urung diteruskan.Itulah lima pembunuh berantai cantik paling kejam dalam sejarah.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Pembunuhan itu bermula dari hilangnya Aqila. Saat penculikan terjadi, ibunda Aqila sedang pergi.
Baca SelengkapnyaPada zaman dahulu kala ternyata wanita telah banyak berjuang demi memenuhi standar kecantikan, seperti dahi lebar, kaki kecil hingga kuku panjang.
Baca SelengkapnyaTubuh bocah malang itu ditemukan di pantai di kawasan Cilegon. Motif pembunuhan belum diketahui.
Baca SelengkapnyaAqilatunnisa Prisca Herlan, bocah usia 5 tahun tewas mengenaskan di tangan tiga orang wanita.
Baca SelengkapnyaPolisi menangkap lima pelaku penculikan dan pembunuhan bocah perempuan berusia 5 tahun Aqilatunnisa Prisca Herlan di Cilegon
Baca SelengkapnyaDirangkum Merdeka.com, tercatat setidaknya ada 5 peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di sejumlah wilayah
Baca SelengkapnyaDia menaruh racun itu dalam makanan dan minuman temannya.
Baca SelengkapnyaPolisi membongkar cara sadis para pelaku membunuh bocah perempuan Aqilatunnisa Prisca Herlan (5) di Cilegon, Banten.
Baca SelengkapnyaBeberapa ratu di antaranya disebut pernah menjadi pemimpin di wilayahnya. Selain cantik, ada juga yang punya cerita jago strategi perang.
Baca SelengkapnyaKaleidoskop: Deretan Kasus Pembunuhan Sadis Sepanjang Tahun 2023
Baca Selengkapnya