Sebelum Mengenal Pertanian, Arkeolog Ungkap Makanan yang Dikonsumsi Manusia Purba Selama 300.000 Tahun
Banyak anggapan bahwa makanan pokok para pemburu-pengumpul adalah protein hewani.

Banyak anggapan bahwa makanan pokok para pemburu-pengumpul adalah protein hewani.

Sebelum Mengenal Pertanian, Arkeolog Ungkap Makanan yang Dikonsumsi Manusia Purba Selama 300.000 Tahun
Manusia purba baru mengenal pertanian sekitar 11.500 tahun lalu, di mana lahan pertanian muncul pertama kali di Timur Tengah. Munculnya pertanian ini merupakan sebuah revolusi bagi kehidupan manusia.
Sebelum itu, manusia utamanya berburu dan mengumpulkan makanan sebagai cara bertahan hidup, yang dilakukan selama 300.000 tahun sejak manusia berevolusi di Afrika.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution mengungkap makanan yang dikonsumsi manusia purba sebelum mengenal pertanian.

Para ilmuwan meneliti makanan sekelompok orang dari Afrika Utara sebelum mereka mulai bertani. Menurut hasil penelitian, manusia pada zaman itu utamanya mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan.
Dikutip dari Greek Reporter, Rabu (1/5), para peneliti meneliti tanda-tanda kimia pada tulang dan gigi tujuh manusia dan beberapa gigi yang terpisah. Tulang dan gigi ini berasal dari sekitar 15.000 tahun lalu dan ditemukan di gua dekat desa Taforalt, Maroko. Orang-orang ini berasal dari kebudayaan Iberomaurusian.

Dengan meneliti bentuk-bentuk berbeda dari berbagai elemen seperti karbon, nitrogen, zinc, sulfur, dan strontium pada gigi dan tulang tersebut, para peneliti bisa mengenali jenis tumbuhan dan daging yang mereka konsumsi.
Para peneliti menemukan jejak berbagai tanaman liar yang dapat dimakan di lokasi tersebut seperti pistachio, oat, biji ek manis, kacang pinus, dan berbagai jenis palawija. Daging utama yang mereka buru, berdasarkan tulang yang ditemukan di dalam gua, adalah sejenis domba yang disebut domba Barbary.Mahasiswa doktoral arkeologi di Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Jerman dan penulis utama di penelitian ini, Zineb Moubtahij mengatakan orang-orang biasanya berpendapat bahwa para pemburu-pengumpul utamanya mengonsumsi protein hewani. Tapi, bukti dari Taforalt menunjukkan tumbuh-tumbuhan merupakan makanan utama mereka.
Orang-orang Iberomaurusian merupakan kelompok pemburu-pengumpul yang hidup di wilayah Maroko dan Libya sekitar 25.000 sampai 11.000 tahun lalu. Dari bukti arkeologis yang ditemukan, gua yang mereka huni dijadikan tempat tinggal dan pemakaman.
Menurut para peneliti, orang-orang ini tinggal di dalam gua sepanjang tahun. Ini mengindikasikan gaya hidup mereka kurang nomaden dan lebih betah bertahan di satu tempat daripada berkelana untuk mencari makanan.
Mereka mengonsumsi berbagai jenis tanaman liar yang tumbuh sesuai musimnya di sepanjang tahun. Menurut penelitian tersebut, gigi berlubang menunjukkan bahwa mereka bergantung pada tanaman bertepung untuk mendapatkan makanan.
