Dua Siswi di Bekasi Alami Perundungan: Dipukul, Ditendang Hingga Dijambak
Polisi masih mendalami kasus perundungan dengan mengumpulkan bukti.
Polisi masih mendalami kasus perundungan dengan mengumpulkan bukti.
Dua Siswi di Bekasi Alami Perundungan: Dipukul, Ditendang Hingga Dijambak
Dua siswi dari salah satu sekolah menengah pertama di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi menjadi korban perundungan atau bullying yang dilakukan pelajar sekolah lainnya. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka-luka.
- Tidak Terima Ditegur Tak Pakai Sepatu, Siswa SMP Bacok Guru
- Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Terungkap, Tersangka Menyerahkan Diri ke Polisi Usai Dua Tahun Bungkam
- Siswa SMP di Cilacap yang Dipukul & Ditendang Kakak Kelas Alami Rusuk Patah dan Sejumlah Luka
- Kasus Dugaan Inses di Bukittinggi, Polisi Periksa 18 Saksi
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat dua siswi berinisial K dan N dihajar oleh pelajar dari sekolah lain. Seorang korban yang sudah jatuh terduduk dipukul di bagian kepala dan ditendang hingga terjatuh.
Tidak sampai di situ, saat korban berdiri, tiba-tiba siswi dari sekolah lainnya langsung menjambak rambut dan membanting korban. Korban kemudian ditindih dan dipukuli.
Sedangkan seorang korban lainnya yang memakai sweater cokelat ditendang dan dipukul. Meski korban sudah dalam posisi terjepit, namun siswi dari sekolah lain tetap memukuli dan menendang korban.
Petugas dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi, Lukita Wati mengatakan, aksi perundungan tersebut terjadi pada Rabu (26/9) lalu. Pemicunya, pelaku tidak terima ditegur saat mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan.
Pelaku dan teman-temannya kemudian membawa kedua korban ke lahan kosong di Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah. Di lokasi itu kedua korban dipukuli, ditendang dan dijambak rambutnya. Akibatnya korban mengalami luka lebam dan lecet di beberapa bagian tubuh.
“Awalnya pelaku ditegur karena berkendara ngebut, karena tak terima terus pelaku mendatangi korban, korban kemudian dibawa oleh pelaku, kira-kira ada 20 anak terus melakukan perundungan,” kata Lukita, Senin (2/10).
Usai perundungan tersebut hingga kini kedua korban belum bersekolah kembali karena trauma. Orang tua kedua korban juga sudah melaporkan kasus perundungan yang dialami anaknya ke Polres Metro Bekasi.
“Selain memberikan pendampingan hukum, kami juga berupaya untuk melakukan pendampingan untuk pemulihan psikologi anak,” tutup Lukita.
Pihak kepolisian kini masih mendalami kasus perundungan tersebut dengan meminta keterangan korban dan mengumpulkan bukti-bukti.