Arkeolog Temukan Kota Kuno Terbesar dan Terlengkap Berusia 3000 Tahun di Mesir, Berisi 2.000 Artefak dari Perhiasan Sampai Jimat
Kota ini berasal dari masa kekuasaan Firaun Amenhotep III.

Arkeolog ternama Mesir, Zahi Hawass baru-baru ini mengungkapkan penemuan besar arkeologi di negaranya yaitu kota kuno di Lembah Para Raja. Ini adalah kota kuno terbesar dan terlengkap yang pernah ditemukan di area tersebut.
Sejauh ini, telah digali sekitar 2.000 artefak dari kota kuno berusia 3.000 tahun ini. Dilansir Greek Reporter, Kamis (12/9), kota kuno ini masih dalam kondisi sangat baik.
Ahli meyakini kota ini berasal dari masa kekuasaan Firaun Amenhotep III, yang berkuasa selama 37 tahun sebelum Firaun Tutankhamun.
Menurut para peneliti, firaun tersebut meletakkan beberapa benda khusus, yang disebut deposit fondasi, di kuilnya. Ini kemungkinan bertujuan untuk menunjukkan kepada generasi mendatang bahwa kota itu ditempati selama masa kekuasaannya.
Profesor seni dan arkeologi Mesir di Universitas John Hopkins, Betsy Bryan mengatakan ini adalah "penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun", seperti dikutip dari Africa News.
Dari sekitar 2.000 artefak yang ditemukan, terdapat perhiasan, bejana tanah liat, jimat, dan batu bata lumpur bertuliskan segel Amenhotep III.
Hawass mengatakan, peninggalan purbakala Mesir adalah aset yang sangat kuat. Mantan Menteri Kepurbakalaan Mesir ini menambahkan, ada sekitar 240 misi arkeologi asing yang saat ini aktif di Mesir.
Patung Nefertiti

Sebelumnya, Hawass menerbitkan dokumen di situs webnya, mendesak warga Mesir menandatangani petisi online. Tujuannya adalah mengumpulkan 300.000 tanda tangan menuntut Inggris mengembalikan artefak kuno Mesir yaitu Batu Rosetta dan zodiak Dendera.
Batu Rosetta ini merupakan prasasti basal hitam yang berasal dari tahun 196 SM. Prasasti ini berisi dekrit yang dikeluarkan oleh Raja Ptolemy V dan unik karena ditulis dalam tiga bahasa berbeda: hieroglif Mesir kuno, aksara Demotik, dan Yunani.
Prasasti ini ditemukan tentara Prancis pada 1799 selama kampanye militer yang dipimpin Napoleon. Setelah itu dibawa ke Inggris dan sejak saat itu menjadi koleksi British Museum.
Hawass juga meminta Jerman mengembalikan patung setengah badan Ratu Nefertiti, yang saat ini dipajang di Museum Mesir di Berlin. Nefertiti adalah istri firaun Mesir Akhenaten. Menurut ahli, patung ini dibuat tahun 1345 SM oleh pemahat Thutmose.