Masih Jadi Misteri Terbesar dalam Sejarah, Arkeolog Temukan Patung Dada Ratu Mesir Kuno Berusia 2.000 Tahun, Diduga Gambaran Asli Cleopatra
Keberadaan makam Cleopatra juga belum ditemukan hingga saat ini dan masih menjadi misteri terbesar.

Arkeolog dan penjelajah National Geographic, Kathleen Martinez, bersama timnya dari Dominika dan Mesir, menemukan patung dada seorang wanita berusia 2.000 tahun, yang diduga merupakan patung Cleopatra. Patung tersebut memiliki mahkota, yang biasa dikenakan oleh ratu-ratu zaman Ptolemeus.
Patung ini berukuran sangat kecil, kira-kira seukuran kepalan tangan. Kondisinya masih terawat dengan baik disertai bercak-bercak cat biru.
Artefak langka ini dapat memberi petunjuk penting tentang lokasi makam Ratu Cleopatra VII dari Mesir, yang masih menjadi misteri terbesar dalam sejarah. Demikian dikutip dari laman Business Wire, Rabu (4/12).
Martinez dan tim menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk menggali dua ruangan tersembunyi di reruntuhan kuil Taposiris Magna di kota pesisir Borg El Arab, Mesir, saat mereka menemukan patung tersebut. Martinez yakin patung dada itu memberikan gambaran tentang penampilan asli Cleopatra. Patung itu juga sangat mirip dengan patung lain yang disimpan di Museum Altes di Berlin, yang menurut para ahli adalah Cleopatra.
"Kami memiliki dua patung dada yang mirip sekarang," kata Martinez.
"Ini akan menjadi gambar Ratu yang paling diterima."
Sementara para ahli arkeologi masih mempelajarinya, semua bukti saat ini mengarah pada Cleopatra.
Martinez telah menggali situs kuil Taposiris Magna yang terabaikan selama lebih dari 20 tahun. Dia menduga kuil itu bisa jadi merupakan makam firaun terakhir Mesir itu. Martinez menduga Cleopatra memerintahkan agar makamnya disembunyikan dari musuh-musuhnya selama berabad-abad yang lalu.
Artefak Peninggalan Cleopatra
Selain patung dada, para arkeolog juga menemukan endapan fondasi (kumpulan benda yang menandai makam, kuil, dan istana) di situs kuil Taposiris Magna, dengan prasasti dalam bahasa Yunani dan hieroglif yang membuktikan bahwa kuil tersebut telah didedikasikan untuk dewi Isis. Hubungan ini memiliki makna yang sangat dalam karena Cleopatra dianggap oleh banyak orang sebagai perwujudan hidup Isis.
Temuan tersebut dilaporkan ke Dewan Tertinggi Purbakala Mesir, yang mengelola situs Taposiris Magna.
Tim tersebut juga menemukan tembikar, botol bekas anggur dan parfum, dupa, barang-barang yang digunakan untuk tata rias, dan lebih dari 337 koin yang bergambar Cleopatra. Setelah membersihkan dan membuat katalog barang-barang lainnya, para peneliti telah menentukan bahwa artefak tersebut memang berasal dari masa pemerintahan Cleopatra, pada tahun 51 hingga 30 SM.