Pentagon Peringatkan Munculnya Generasi Baru ISIS
Merdeka.com - Pejabat militer Amerika Serikat memperingatkan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akan bangkit lagi tahun ini. Hal itu menyusul kondisi yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika saat ini.
Para pengamat mengatakan ISIS sudah siap melancarkan serangan terhadap AS dan sekutunya setelah sejumlah serangan yang dilakukan AS di Suriah tahun lalu menewaskan beberapa pentolan kelompok teroris itu.
Dikutip dari laman the Washington Times pekan lalu, ISIS mungkin tidak sekuat sekitar satu dasawarsa lalu, tapi dengan ribuan militan yang masih ada mereka bisa melancarkan serangan mematikan.
-
Di mana situs kamp militer Asiria? Dia mengidentifikasi sebuah situs di utara Lakhis dengan struktur berbentuk oval dengan dinding yang menurutnya mungkin merupakan kamp Asiria.
-
Di mana warga Palestina mengungsi? Rafah dipenuhi lebih dari 1 juta warga Palestina yang mengungsi dari berbagai daerah lain di Gaza.
-
Kenapa ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan? Kelompok Negara Islam atau ISIS, mengatakan mereka melakukan serangan pada hari Jumat (22/3) di Balai Kota Crocus, dan mengunggah bukti video.
-
Di mana warga Rafah mengungsi? Sumber: Al Jazeera Israel sebelumnya menetapkan Rafah sebagai 'zona aman', tapi kini mengancam melakukan serangan darat di sana, membuat jutaan orang terjebak, ketakutan, dan tidak tahu harus kemana lagi.
-
Apa yang ditemukan di barak militer? Arkeologi di Mesir menemukan barak militer berusia 3.200 tahun yang dipenuhi artefak. Salah satu artefak yang ditemukan adalah pedang bertuliskan nama Firaun Ramses II dalam huruf hieroglif.
-
Bagaimana kondisi rumah di permukiman terbengkalai? Rata-rata, rumah di permukiman padat tersebut masih berbentuk utuh, dan tak jauh dari pinggir jalan.Semakin dalam masuk ke dalam gang, beberapa rumah yang awalnya masih layak ditinggali, perlahan-lahan berganti menjadi rumah yang tampak rusak karena tidak terurus lama.
Dalam sepekan terakhir kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Ismailia, Mesir yang menewaskan empat orang dan pengeboman di dekat Kabul yang merenggut nyawa sejumlah orang. Pengeboman di Kabul, Afghanistan adalah serangan teranyar yang dilakukan ISIS dan kelompok cabang mereka sejak Taliban kembali berkuasa selepas AS menarik mundur seluruh pasukannya.
Sejak mengambil alih kembali wilayah Irak dan Suriah dari tangan ISIS, pasukan AS dan sekutunya--tentara Irak dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF)--menangkap ribuan militan ISIS. Mereka saat ini berada di penjara di Irak dan Suriah. Nasib mereka kini tidak jelas dan faktor keamanan di penjara juga rawan.
Sejumlah pejabat mengatakan kian memburuknya kondisi pengungsian bekas anggota keluarga ISIS di al-Hol, Suriah, membuat kamp pengungsian itu menjadi tempat bangkitnya kembali kaum teroris.
"Jelas ada 'pasukan ISIS' di kamp penahanan di Irak dan Suriah," kata Kepala Komando Pusat AS Michael Kurilla dalam pernyataannya pekan lalu.
"Saat ini ada lebih dari 10.000 pemimpin ISIS dan militan di tahanan di seantero Suriah dan lebih dari 20.000 pemimpin ISIS dan militan di tahanan Irak," ujar Kurilla.
"Pada akhirnya kita punya potensi generasi baru ISIS," kata dia. "Ada lebih dari 25.000 anak di kamp al-Hol dalam keadaan bahaya. Anak-anak ini bisa menjadi target utama ISIS untuk radikalisasi."
Kamp pengungsi al-Hol dan pusat penahanan ISIS di Irak dan Suriah menjadi ancaman jangka panjang bagi AS dan sekutunya. Yang paling dikhawatirkan adalah munculnya pemberontakan di penjara. Pada kerusuhan di pusat penahanan Al-Hasakah Januari tahun lalu di Suriah, lebih dari 400 militan ISIS dan lebih dari 100 tentara SDF tewas.
Pemberontakan berskala besar di penjara bisa membuat ribuan militan ISIS yang sudah terlatih kembali ke dunia bebas untuk melancarkan serangan.
Kemunculan ISIS di Afrika Utara, termasuk di Mali, Niger, Chad, dan Sudan, adalah contoh nyata kemampuan ISIS untuk bangkit kembali dari kekalahan.
"Jika AS dan komunitas internasional tidak menerapkan strategi, dukungan dana maka ISIS akan kembali bangkit lebih cepat," kata Michael Rubin, manta pejabat Pentagon dalam analisisnya September lalu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Sebanyak 18 warga Poso yang merupakan mantan simpatisan jaringan teroris mengucapkan ikrar setia kepada NKRI di Mapolres Poso, Kamis (13/6).
Baca SelengkapnyaKeberlanjutan pembinaan resmi dari Pemerintah inilah yang akan memperkuat komitmen mantan anggota JI.
Baca SelengkapnyaTim Densus 88 Polri sedang mengusut proses rekrutmen jaringan terorisme melalui media sosial.
Baca SelengkapnyaNoor Huda berpesan agar masyarakat tidak terpaku pada stereotipe atau subjektivitas yang berlaku di masyarakat.
Baca SelengkapnyaTiga narapidana terorisme (napiter) mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca SelengkapnyaMuncul desakan agar pemerintah menetapkan keadaan darurat.
Baca SelengkapnyaViral Video Dua Bocah Palestina Ditembak Mati Sniper Israel di Tepi Barat
Baca SelengkapnyaGelombang pengungsi dari perbatasan Lebanon Selatan terus meningkat seiring serangan udara Israel semakin meningkat.
Baca SelengkapnyaDensus 88 mengungkapkan awal mula terduga teroris remaja berinisial HOK terpapar ideologi ISIS hingga berujung keinginan melakukan bom bunuh diri
Baca SelengkapnyaTak hanya Jalur Gaza yang hampir menjadi debu oleh kebiadaban pasukan zionis, Israel juga bombardir kamp pengungsi Palestina Nur Shams di Tepi Barat.
Baca SelengkapnyaAnak-anak korban perang menerima dampak psikologis yang memprihatinkan
Baca Selengkapnya"Dampak perang Israel-Palestina tentunya juga membangkitkan sel-sel yang terafiliasi dengan teroris,
Baca Selengkapnya