Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengunjungi Situs Kerto, Saksi Bisu Kejayaan Mataram Islam yang Hampir Tak Bersisa

Mengunjungi Situs Kerto, Saksi Bisu Kejayaan Mataram Islam yang Hampir Tak Bersisa Situs Kerto. ©kemendikbud

Merdeka.com - Situs Kerto merupakan sebuah situs yang menurut sejarah pernah menjadi pusat Kraton Kerajaan Mataram Islam. Berada di Dusun Kerto, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, tak banyak wisatawan yang mengenal tempat ini.

Padahal dulunya, situs ini menjadi tempat di mana Sultan Agung Hanyokrokusumo mengendalikan pemerintahannya dalam memimpin Kerajaan Mataram Islam. Termasuk dua penyerangan fenomenal terhadap Kompeni Belanda dalam usaha menaklukkan Batavia di tahun 1628 dan 1629. Saat Sultan Agung bertakhta di Kerta pulalah Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan.

Namun kini yang tersisa dari Situs Kerto hanyalah sebuah tanah kosong yang dipagari dan dua batu besar atau umpak yang berdiameter sampai 1 meter. Dua batu itu adalah penyangga saka guru bangunan utama Kraton.

Dibangun Sultan Agung

situs kerto

©kemendikbud

Situs Kerto merupakan saksi bisu keberadaan Kerajaan Mataram Islam. Dulunya, situs Kerta merupakan tempat berdirinya kraton yang dibangun Sultan Agung. Ketika pembangunan Kraton Kerto, Sultan Agung sementara tinggal di kraton ayah dan neneknya yaitu Kotagede.

Benda peninggalan yang dapat ditemukan di sana hanyalah dua buah umpak dari batu andesit yang berbentuk prisma terpancung. Dulunya jumlah umpak tersebut lebih dari dua. Namun, salah satu umpak yang ada di sana dibawa oleh Sultan Hamengkubuwono untuk pembangunan Masjid Saka Tunggal di Taman Sari dan umpak yang lain tidak diketahui.

Dulu Luas, Kini Tinggal Lahan Kosong

situs kerto

©Indonesiana.id

Sumber sejarah yang menceritakan tentang Kraton Kerto sangatlah minim. Namun dalam catatan seorang ilmuwan Belanda bernama Jan Vos menceritakan, Kerto merupakan tempat yang cukup luas. Bukti peninggalan Kerto lainnya diperoleh dari sketsa yang dibuat oleh R van Goens yang memberikan gambaran tentang kondisi keruangan dari Kraton Kerto.

Dilansir dari Kemendikbud.go.id, sumber lain yang membahas Kerto diperoleh dari catatan Hendrick de Haen. Namun catatan itu lebih banyak membahas tentang peristiwa yang ditemui selama perjalanan dari Kerto pada tahun 1662 M.

Sayangnya, kini Kraton Kerto hampir tak bersisa. Hanya menyisakan pemetaan tanah kosong dan umpak besar, yang diduga sebagai pondasi tiang besar kraton.

Menjadi Pusat Pemerintahan Sultan Agung

situs kerto

©Kerajaannusantara.com

Beberapa sumber sejarah menyebut nama Kerto dengan berbagai versi seperti Charta, Karta, Kerta, dan Kerto. Pada waktu Kerajaan Mataram Islam diperintah oleh Sultan Agung, kekuasaan Mataram Islam hampir meliputi seluruh Pulau Jawa. Selain itu Sultan Agung juga menjalin persahabatan dengan beberapa negara tetangga.

Namun informasi pusat pemerintahannya justru sangat minim dan masih misteri. Padahal keberadaan Kraton itu mempunyai peran cukup penting karena selama menjabat Sultan Agung bertakhta di sana. Walaupun sepeninggalnya pusat pemerintahan berpindah ke Pleret.

Pemberontakan Orang-Orang Pajang Ke Mataram

Pada tahun 1617-1618, terjadi peristiwa pemberontakan yang dilakukan orang-orang Pajang terhadap Mataram. Setelah pemberontakan itu dapat teratasi, Sultan Agung memerintahkan penduduk Pajang untuk melakukan bedol desa dan pindah ke Kerto. Penduduk Pajang itu kemudian dipekerjakan untuk membuat batu bata.

Pembuatan batu bata yang cukup banyak itu kemungkinan besar digunakan untuk membangun Kraton Kerto dan fasilitas-fasilitas pendukungnya.

Kehancuran Kraton Kerto

situs kerto

©kemendikbud

Tak diceritakan bagaimana dinamika aktivitas yang pernah terjadi di Kraton Kerto. Babad Moana sendiri justru malah menceritakan tentang hancurnya istana tersebut.

Dilansir dari Kemendikbud.go.id, dalam babad itu diceritakan terjadi beberapa kali kebakaran di dalam Kraton yang menewaskan beberapa abdi dalem. Setelah terjadinya peristiwa kebakaran itu, Sultan Agung meninggalkan kraton yang telah rusak.

Pemerintahan Mataram Islam pun kerap berpindah. Dari Kerto ke Kraton Pleret, berpindah lagi ke Kartasura, hingga ada konflik dan membuat Kraton pindah ke Surakarta dan akhirnya terpecah menjadi dua, Kraton Surakarta dan Yogyakarta. (mdk/shr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Mengunjungi Petilasan Gilanglipuro Bantul, Dulu Dipercaya Jadi Cikal Bakal Berdirinya Kerajaan Mataram Islam
Mengunjungi Petilasan Gilanglipuro Bantul, Dulu Dipercaya Jadi Cikal Bakal Berdirinya Kerajaan Mataram Islam

Di dalam petilasan ini terdapat sebuah batu besar yang digunakan sebagai tempat bertapa Panembahan Senopati

Baca Selengkapnya
Melihat Banten Masa Lampau di Situs Banten Girang, Bekas Kota Kuno yang Eksis di Abad ke-10
Melihat Banten Masa Lampau di Situs Banten Girang, Bekas Kota Kuno yang Eksis di Abad ke-10

Sisi modern Banten terbentuk dari kota kuno Banten Girang

Baca Selengkapnya
Muncul saat akan Dibangun Bandara, Situs Bersejarah Ini Diyakini Dulunya sebuah Petirtaan
Muncul saat akan Dibangun Bandara, Situs Bersejarah Ini Diyakini Dulunya sebuah Petirtaan

Saat pembangunan bandara di Kediri, ditemukan sebuah situs bersejarah yang dahulu diyakini sebagai sebuah petirtaan.

Baca Selengkapnya
Melihat Peninggalan Era Hindu-Buddha di Kulon Progo, Penuh Misteri yang Belum Terpecahkan
Melihat Peninggalan Era Hindu-Buddha di Kulon Progo, Penuh Misteri yang Belum Terpecahkan

Sebagian besar peninggalan kuno itu sudah tak utuh dan hanya meninggalkan sebuah teka-teki.

Baca Selengkapnya
Hutan Keramat di Semarang Ini Dipercaya Jadi Lokasi Kerajaan Kera, Jarang Dijamah Manusia
Hutan Keramat di Semarang Ini Dipercaya Jadi Lokasi Kerajaan Kera, Jarang Dijamah Manusia

Salah seorang pencari rumput mengaku pernah melihat sosok kera putih yang besarnya seukuran kambing dewasa.

Baca Selengkapnya
Sisi Menarik Bukit Turgo Pakem, Wisata Alam di Sleman yang Sarat Nilai Sejarah dan Pengetahuan
Sisi Menarik Bukit Turgo Pakem, Wisata Alam di Sleman yang Sarat Nilai Sejarah dan Pengetahuan

Selain disakralkan, makam Syekh Jumadil Qubro di puncak Bukit Turgo juga memiliki panorama alam yang indah. Kini makam tersebut juga sudah dipugar dengan baik.

Baca Selengkapnya
Kisah Kampung Mati Petir di Batang, Desa Tak Berpenghuni Menyimpan Banyak Cerita Horror
Kisah Kampung Mati Petir di Batang, Desa Tak Berpenghuni Menyimpan Banyak Cerita Horror

Kini, kampung itu hanya menyisakan rumah yang terbengkalai. Beberapa rumah tampak sudah ambruk.

Baca Selengkapnya
Hikayat Masjid Pecinan Tinggi Banten yang Berusia 400 Tahun, Kini Tersisa Menara dan Ruang Imam
Hikayat Masjid Pecinan Tinggi Banten yang Berusia 400 Tahun, Kini Tersisa Menara dan Ruang Imam

Saat ini masjid tersebut hanya tersisa ruang mahrab, pondasi, dan menara yang sudah tidak utuh.

Baca Selengkapnya
Cerita Unik dari Makam Para Tokoh Pribumi di Bergota Semarang, Ada Batu Misterius Bertuliskan Huruf Tionghoa
Cerita Unik dari Makam Para Tokoh Pribumi di Bergota Semarang, Ada Batu Misterius Bertuliskan Huruf Tionghoa

Tak hanya sebagai pemakaman umum, di makam Bergota Semarang terdapat beberapa makam tokoh pribumi penting pada masanya.

Baca Selengkapnya
Napak Tilas Kejayaan Islam Cirebon di Desa Astana, Ada Makam Sunan Gunung Jati dan Keraton Pertama
Napak Tilas Kejayaan Islam Cirebon di Desa Astana, Ada Makam Sunan Gunung Jati dan Keraton Pertama

Di Desa Astana, peninggalan kejayaan Islam era lampau masih bisa dilihat seperti makam Sunan Gunung Jati, Petilasan Syekh Datul Kahfi, sampai Keraton Pakungwati

Baca Selengkapnya
Wisata Solo paling Hits dan Dijamin Instagramable, Jangan Dilewatkan
Wisata Solo paling Hits dan Dijamin Instagramable, Jangan Dilewatkan

Solo merupakan kota dengan julukan kota budaya ini menyimpan segudang panorama dan pesona alam yang menakjubkan.

Baca Selengkapnya
Mengunjungi Bukit Pertapaan Blitar, Lokasi Favorit Para Tokoh Masa Silam untuk Bertapa
Mengunjungi Bukit Pertapaan Blitar, Lokasi Favorit Para Tokoh Masa Silam untuk Bertapa

Bukit ini memiliki pertautan erat dengan sejumlah tokoh pada era Kerajaan Kadiri.

Baca Selengkapnya