Cerita Pemuda Lulusan SMA dari Lampung Taklukan Ibu Kota Modal Jual Mas Kawin
Yang ada di benak Ian, mencari cara mengangkat perekonomian keluarganya di Lampung.
Yang ada di benak Ian, mencari cara mengangkat perekonomian keluarganya di Lampung.
Cerita Pemuda Lulusan SMA dari Lampung Taklukan Ibu Kota Modal Jual Mas Kawin
Cerita Pemuda Lulusan SMA dari Lampung Taklukan Ibu Kota Modal Jual Mas Kawin
Hidup serba kekurangan menjadi pecutan semangat bagi Gianto, pendiri rumah makan Pecel Lele Sambal Rampai. Gianto, alias Ian sebelumnya tidak pernah berpikir mendirikan usaha rumah makan pecel lele.
Yang ada di benak Ian adalah mencari cara mengangkat perekonomian keluarganya di Lampung.
Begitu miskinnya Ian dan keluarga, orangtuanya hanya mampu menyekolahkan Ian sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).
Meski Ian bercita-cita meneruskan pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan Informasi dan Teknologi.
-
Bagaimana pria ini mencapai kesuksesannya? Hidup dalam keterbatasan sejak kecil Dikutip dari akun Instagram @kvrasetyoo, Kukuh membagikan kisah hidupnya yang berliku. Sejak kecil dia kurang mendapat kasih sayang orang tua karena ayahnya bekerja seharian sebagai sopir, dan ibunya juga bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Belum lagi kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan, sehingga menuntutnya agar hidup lebih mandiri. Sebagai anak sulung, Kukuh mulai menaruh perhatian dan bertekad ingin membantu keluarganya.
-
Kenapa Peternak muda di Nganjuk sukses? Nizar tak menyangka ikhtiarnya selama ini berbuah manis. Menurutnya, menjadi peternak cukup sulit dan membutuhkan konsistensi serta ketelitian dalam merawat hewan-hewan peliharaannya.
-
Siapa yang sukses jadi pengusaha di usia muda? Hal ini telah dibuktikan Via, yang dulunya hanya seorang pembantu dengan penghasilan Rp20.000 sehari. Namun, kini Via telah menjadi pengusaha muda yang sukses dan mandiri.
-
Siapa pemuda sukses usaha tauge premium? Seorang pemuda asal Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berbagi kisah inspiratifnya. Ia memilih resign dari pekerjaan mentereng di sebuah bank swasta terkenal Indonesia untuk membantu orang tua berjualan tauge premium.
-
Siapa pengusaha sukses asal Sumut itu? Marihad Simon Simbolon adalah sosok penting di balik suksesnya sebuah perusahaan yang bergerak di bidang logistik, perminyakan, dan industri kelapa sawit.
-
Siapa pemulung di Palembang yang punya saudara kaya? Seorang pemulung asal Palembang harus hidup di jalan padahal memiliki keluarga yang kaya raya.
Di tahun 2010, Ian nekat ke mengadu nasib ke Jakarta. Menyusul sang kakak yang telah lebih dulu bertaruh kerasnya hidup di ibu kota. Di Jakarta, Ian dan sang kakak menjadi penonton bayaran.
Setiap hari, mereka berpindah-pindah stasiun televisi. Upah yang diterima Rp15.000 ditambah nasi kotak, dan kaus dari sponsor.
Setiap hari setidaknya, Ian dan sang kakak mengisi acara 2 acara sebagai penonton bayaran.
Profesi sebagai penonton bayaran dilakoni Ian dan kakaknya. Hingga satu hari, keduanya belum mendapatkan panggilan.
Meski begitu dia memilih bersiap (standby) di sebuah stasiun tv kawasan Jakarta Barat.
Di sana, sang kakak dan dua temannya mendapatkan 'proyek' di Ancol, Jakarta Utara.
Ian pun kembali ke kosan di daerah Taman Mini, Jakarta Timur. Sepanjang perjalanan pulang dari Jakarta Barat ke Jakarta Timur, Ian menangis sesegukan.
Dia merasa pedih menjadi orang miskin. Namun, tidak tahu harus memulai dari mana untuk mengangkat perekonomian keluarga. Ian sudah menyebar lamaran ke mana saja dengan berjalan kaki.
Namun, tak satu pun lamaran tersebut tembus. Akhirnya, di tahun 2017, Ian memutuskan untuk menjadi pengemudi ojek online dengan motor pinjaman sesama anak rantau.
Uang hasil mengojek dia kumpulkan dan berpikir untuk memulai bisnis kuliner.
Kebetulan, dia cukup pandai memasak. Tahun 2018, Ian membangun warung tenda di Slipi, Jakarta Barat dengan modal hasil patungan dengan kakak dan temannya.
Di tahun 2019 awal, perjalanan Ian merintis bisnis mulai menghadapi tantangan saat banjir besar mengepung sebagian besar ibu kota. Bisnisnya terganggu.
Belum lagi ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia, aktivitas dan mobilitas masyarakat dibatasi.
Ian kebingungan karena tidak ada uang berputar. Atas izin sang istri, Ian kemudian menjual mas kawin untuk modal merintis kembali usaha pecel lele.
Jerih payah Ian terbayar lunas saat pelanggan lama dan baru terus berdatangan. Dia bahkan menyewa tempat di Slipi, tidak lagi sebatas warung tenda.
Pelanggan terus berdatangan, kapasitas tempat makan Ian tak cukup mampu menampung. Dia kemudian membuka cabang kedua di Setia Budi, Jakarta Selatan.
Namun cabang tersebut tidak bertahan lama karena manajemen yang tidak sesuai dengan prinsip Ian. Dari situ, Ian enggan membuka cabang.
Dia kemudian membuka cabang kedua di Setia Budi, Jakarta Selatan. Namun cabang tersebut tidak bertahan lama karena manajemen yang tidak sesuai dengan prinsip Ian.
Dari situ, Ian enggan membuka cabang. Akan tetapi, desakan untuk membuka sistem kemitraan Pecel Lele Sambal Rampai terus berdatangan. Ian ingin, namun dia belum menguasai tentang sistem kemitraan.
Akhirnya, sistem kemitraan Pecel Lele Sambal Rampai dibuka oleh Ian.
Itupun dimulai dari orang terdekatnya. Hingga saat ini, Ian memiliki 19 cabang Pecel Lele Sambal Rampai di beberapa kota di Jakarta.